detikcom
Sabtu, 18/08/2012 19:41 WIB

Kisah Sekeluarga Mudik ke Klaten, 19 Jam Perjalanan Baru Sampai Tegal

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Yudhistira (21) dan keluarganya memang sudah memperkirakan kemacetan yang akan ditemui dalam perjalanan mudiknya dari Depok menuju Klaten. Namun dia tak menyangka, setelah menempuh perjalanan selama 19 jam, mobil keluarga yang dikendarainya baru mencapai setengah perjalanan.

Yudhistira bersama keluarganya berangkat dari Depok Sabtu (18/8) pukul 00.30 WIB menggunakan mobil pribadi. Perjalanan dari Depok hingga tol Cikampek terbilang lancar. Memang mereka menemui kemacetan, namun hanya sebentar dan tak berlarut-larut.

Hal yang tak mereka duga baru terjadi setelah keluar tol Cikampek sekitar pukul 01.00 dini hari. Mereka tak diperbolehkan mengarahkan kendaraannya melewati Ciasem, jalan utama yang biasa digunakan menuju Indramayu. Polisi yang mengatur lalu lintas mengarahkan kendaraan untuk melalui jalur alternatif melewati wilayah Sadang, Purwakarta.

"Saat keluar dari Tol Cikampek kita dibuang disuruh ke Sadang, itu muter-muter naik turun gunung, sinyalnya nggak ada jalannya jauh sekali," kata Yudhistira saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/8/2012).

"Setelah dari jalan itu keluar di Sumedang, ternyata ke Cirebonnya masih jauh, macet lima jam," tuturnya.

Saat hendak menuju Cirebon, mereka kembali diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif, namun mereka nekat menolak dan menggunakan jalur utama melewati Ciwaringin Palimanan. Meski masih menemui kemacetan, namun tak terlalu parah.

Selepas Cirebon baru kemacetan terurai. Perjalanan pun bisa dilalui dengan lancar. Setelah menempuh perjalanan selama 19 jam, saat ini mereka sudah mencapai wilayah Tegal, sekitar setengah perjalanan menuju Klaten.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(trq/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%