detikcom

Sabtu, 18/08/2012 19:23 WIB

Berebut Jalan, Pemudik Adu Jotos dengan Supir Angkot di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Satu keluarga pemudik terlibat adu jotos dengan supir angkutan kota (angkot) di Jl Juanda, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (19/8/2012) sore. Perkelahian terjadi akibat kedua belah pihak saling lomba dan berebut jalan di tengah kemacetan.

Peristiwa bermula saat angkot KPUM Trayek 06 yang dikendarai Sulaiman Aruan menyalip minibus Daihatsu Taruna membawa pemudik yang ingin pulang kampung ke Pematang Siantar di bundaran Jl. Monginsidi. Tidak terima, keluarga pemudik lantas mengejar angkot. Kemudian memaksa angkot berhenti.

Tanpa banyak tanya, keluarga pemudik langsung menarik supir dari dalam angkot dan melakukan pemukulan. Supir angkot sempat melakukan perlawanan. Namun karena kalah jumlah, korban babak belur dan mengalami luka pada bagian pelipis kiri. Gigi bawah ikut copot.

"Aku ditarik dari angkot kemudian dipukuli ramai-ramai. Pecah-pecah mukaku karena mereka berempat," sebut Sulaiman.

Petugas Satlantas Polresta Medan yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan para pelaku. Seorang di antaranya diketahui bernama Fredy Irwansyah, warga Pematang Siantar.

Kepada petugas, Fredy menyatakan nyaris menabrak mobil lain karena disalip korban.

"Siapa yang tidak marah, karena kami hampir menabrak mobil lain karena disalip," sebut Fredy.

Para pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Para pemudik ini terancam tidak dapat merayakan Lebaran di kampung halaman.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rul/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
72%
Kontra
28%