detikcom
Sabtu, 18/08/2012 18:38 WIB

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1433 H Jatuh Pada Minggu 19 Agustus

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Sidang isbat Kementerian Agama telah usai. Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1433 H jatuh pada Minggu 19 Agustus 2012.

Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang setelah mendengarkan pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang yang digelar di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Sabtu (18/8/2012)

"Sidang isbat memutuskan dan menetapkan 1 Syawal 1433 H bertepatan dengan hari Ahad tanggal 19 Agustus 2012," ujar Suryadharma.

Sebelumnya, Suryadharma mengatakan secara astronomi sudah dijelaskan dan tidak ada keraguan sedikitpun jika hilal dapat dilihat. Begitupun dengan laporan dari ormas-ormas Islam bahwa hilal di atas batas imkanurrukyah. Oleh karenananya, lanjut dia, 1 Syawal 1433 H bertepatan dengan hari Ahad 19 Agustus 2012.

"Karena keterangan-keterangan yang disampaikan berdasarkan hisab maupun rukyah tidak ada perbedaan, satu sama lain saling menguatkan, maka izinkan saya bisa diberikan keleluasaan dalam bentuk adanya keterangan tambahan berkaitan penetapan 1 Syawal 1433 H," tuturnya.

Sidang Isbat tersebut dimulai pukul 17.00 WIB. Wakil Menag Nasaruddin Umar tampak menghadiri sidang tersebut. Sejumlah ormas juga hadir diantaranya MUI, Al Wasliyah, Persis, ICMI, Al Ijtihadiyah, LDII, dan Hidayatullah. Perwakilan dubes negara Islam juga hadir seperti dari Kedubes Brunei Darussalam, Palestina, dan Iran.


(rmd/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel