Sabtu, 18/08/2012 17:28 WIB

Kemenag: Menurut Hisab, Lebaran Jatuh Pada Minggu 19 Agustus 2012

M Iqbal - detikNews
ilustrasi
Jakarta - Kementerian agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal pada hari ini. Meski hasil sidang belum diketahui, namun secara hisab, kementerian agama memastikan 1 Syawal akan jatuh pada esok hari tanggal 19 Agustus 2012.

"Jika berdasarkan hisab, Idul Fitri (lebaran) akan jatuh pada hari besok. Tapi masih menunggu hasil rukyat yang bisa dilihat setelah maghrib nanti," ujar Astronom dan anggota Badan Hisab Rukyat Kementrian Agama, Cecep Nurwendaya kepada wartawan sebelum sidang isbat di kantor Kementerian Agama, jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2012).

Akan tetapi, menurut Cecep, keputusan penetapan 1 Syawal 1433 Hijriah oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI tetap harus menunggu hasil dari sidang isbat, karena pemerintah menggunakan metode rukyat, bukan hisab.

"Hasil rukyat diperlukan untuk melihat posisi bulan atau hilal di posisi di atas 5 derajat,"ucap Cecep.

Ia mengungkapkan bahwa posisi rukyat oleh Pemerintah ditinggikan menjadi 5 derajat, karena diperkirakan posisi bulan sama. Seperti posisi hilal di daerah Pelabuhan Ratu sudah signifikan atau di posisi 6 derajat, artinya sudah memenuhi kriteria bahwa hari raya Idul Fitri atau Lebaran akan jatuh pada esok hari.

"Jika mengacu pada tinggi hilal, mulai tahun ini hingga tahun 2019 nanti Hari Raya Idul Fitri akan serempak,"jelasnya.

"Kalau nanti hilal di posisi di bawah 5 derajat, maka Hari Raya Idul Fitri akan digenapkan 30 hari atau Istikmal. Tapi itu untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri tidak hari ini, soalnya hilal tampak di posisi di atas 5 derajat," imbuh Cecep.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%