detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 18/08/2012 16:02 WIB

Korban Kecelakaan di Kaliwungu Bermaksud Beri Kejutan ke Nenek di Desa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kendal, - Pupus sudah harapan Wardani, pria asal Sragen untuk berlebaran bersama keluarganya yang datang dari Jakarta. Pagi tadi, Sabtu (18/8/2012) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, minibus L300 yang ditumpangi sembilan anggota keluarganya mengalami kecelakaan maut. Akibatnya enam orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Wardani mengatakan keluarga dari Jakarta bermaksud ingin memberi kejutan dan menyenangkan ibunya yang tinggal di Sragen. Namun justru musibah menghampiri keluarga tersebut tepat sehari sebelum hari raya.

"Keponakan-keponakan saya sebenernya mau nyenangin nenek mereka di desa, tapi justru terjadi seperti ini," kata Wardani di Polres Kendal, Sabtu (18/8/2012).

Kecelakaan yang terjadi di jalan Arteri Kaliwungu tersebut menewaskan adiknya yaitu Surani beserta suami, anak dan cucunya. "Mau pulang ke desa Tritis, kelurahan Gading kecamatan Tanon, Sragen. Tapi tadi saya dapat kabar dari Jakarta dan langsung berangkat ke sini (Kendal) setelah subuh," pungkas Wardani.

Korban tewas yang masih satu keluarga tersebut adalah sopir minibus L 300, Sugiyono dan 5 penumpang lainnya yaitu Agung Hariyadi, Alin Tiastiani, Surani, Taskia, Rusyanto dan balita umur 2 tahun bernama Taskia. Penumpang bus lainnya yang terluka parah adalah Putra Kurniadi, Dedi Triatmo dan Slamet Budiono. Para korban dibawa ke RSUD Kendal dan RS Tugu Semarang.

"Ini saya sedang mengurus pengambilan jenazah. Nantinya akan di semayamkan di tempat kelahiran masing-masing. Ada yang di Sragen, Jakarta dan Semarang," terang Wardani.

Kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga tersebut terjadi antara bus Garuda Mas, minibus L300 dan Suzuki APV. Supir bus yang diduga ngantuk melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika sampai pada tikungan, bus menabrak pembatas jalan dan menabrak L300 hingga ringsek dan masuk ke parit sedalam dua meter. Sementara APV menyusul dari belakang menabrak bus yang melintang di jalan.

"Saya ngantuk, kepala saya pusing. Kaget waktu nabrak pembatas jalan," kata supir bus, Budi Santoso.

Korban luka yang berada di mobil APV adalah sopir Agus Sugiri, serta Malka, Agus Rohman, Vivi, dan Samsul Mana yang hanya mengalami luka ringan. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Sopir bus dan tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di polres Kendal.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%