Sabtu, 18/08/2012 16:02 WIB

Korban Kecelakaan di Kaliwungu Bermaksud Beri Kejutan ke Nenek di Desa

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kendal, - Pupus sudah harapan Wardani, pria asal Sragen untuk berlebaran bersama keluarganya yang datang dari Jakarta. Pagi tadi, Sabtu (18/8/2012) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, minibus L300 yang ditumpangi sembilan anggota keluarganya mengalami kecelakaan maut. Akibatnya enam orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Wardani mengatakan keluarga dari Jakarta bermaksud ingin memberi kejutan dan menyenangkan ibunya yang tinggal di Sragen. Namun justru musibah menghampiri keluarga tersebut tepat sehari sebelum hari raya.

"Keponakan-keponakan saya sebenernya mau nyenangin nenek mereka di desa, tapi justru terjadi seperti ini," kata Wardani di Polres Kendal, Sabtu (18/8/2012).

Kecelakaan yang terjadi di jalan Arteri Kaliwungu tersebut menewaskan adiknya yaitu Surani beserta suami, anak dan cucunya. "Mau pulang ke desa Tritis, kelurahan Gading kecamatan Tanon, Sragen. Tapi tadi saya dapat kabar dari Jakarta dan langsung berangkat ke sini (Kendal) setelah subuh," pungkas Wardani.

Korban tewas yang masih satu keluarga tersebut adalah sopir minibus L 300, Sugiyono dan 5 penumpang lainnya yaitu Agung Hariyadi, Alin Tiastiani, Surani, Taskia, Rusyanto dan balita umur 2 tahun bernama Taskia. Penumpang bus lainnya yang terluka parah adalah Putra Kurniadi, Dedi Triatmo dan Slamet Budiono. Para korban dibawa ke RSUD Kendal dan RS Tugu Semarang.

"Ini saya sedang mengurus pengambilan jenazah. Nantinya akan di semayamkan di tempat kelahiran masing-masing. Ada yang di Sragen, Jakarta dan Semarang," terang Wardani.

Kecelakaan maut yang menewaskan satu keluarga tersebut terjadi antara bus Garuda Mas, minibus L300 dan Suzuki APV. Supir bus yang diduga ngantuk melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika sampai pada tikungan, bus menabrak pembatas jalan dan menabrak L300 hingga ringsek dan masuk ke parit sedalam dua meter. Sementara APV menyusul dari belakang menabrak bus yang melintang di jalan.

"Saya ngantuk, kepala saya pusing. Kaget waktu nabrak pembatas jalan," kata supir bus, Budi Santoso.

Korban luka yang berada di mobil APV adalah sopir Agus Sugiri, serta Malka, Agus Rohman, Vivi, dan Samsul Mana yang hanya mengalami luka ringan. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Sopir bus dan tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di polres Kendal.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%