Sabtu, 18/08/2012 12:38 WIB
Jelang Lebaran, Volume Kendaraan dan Penumpang Arus Mudik Mulai Turun
ilustrasi/Antara
Untuk arus mudik yang menggunakan layanan kereta api (KA), terjadi penurunan penumpang KA Utama dibanding tahun 2011 sebesar 19,16 persen pada H-3 atau Kamis (16/8).
"Untuk yang KA Utama penumpangnya sebesar 91.314 penumpang. Untuk yang KA Lokal, penumpangnya sebesar 47.153. Jadi totalnya ada 138.467," ujar Ketua Posko Harian Kemenhub, Ichwanul Idrus, di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2012).
Sementara untuk pengguna moda pesawat udara, terjadi peningkatan yang terpantau hingga H-2 lebaran, atau Jumat (17/8).
"Sejak H-7 naik 9,70 persen. H-6 naik 4 persen. H-5 naik 4,91 persen, H-4 naik 11,95 persen. H-3 naik 5,38 persen. H-2 naik 11,43 persen. Penumpang yang naik saat H-2 itu 165.666. Kalau diakumulasikan dari H-7 mencapai 1.005.517 penumpang," jelas Ichwanul.
"Jika kita lihat, H-4 sudah puncak dan setelah itu trennya menurun. Tapi kemungkinan hari ini bisa meledak," sambungnya
Sementara itu pengguna moda transportasi penyebrangan laut, dari 52 pelabuhan di Indonesia yang dipantau terdapat penurunan penumpang pada posisi H-1 Lebaran dibanding tahun 2011.
"Sejak H-15 hingga H-2, penumpang naik sebanyak 704.287 orang sedangkan penumpang turun sebanyak 637.097 orang. Pelabuhan terpadat di Batam dengan penumpang naik sebanyak 66.715 orang dan yang turun sebanyak 41.097 orang," kata Ichwanul.
"Pada tahun 2012 posisi H-1, penumpang naik lebih rendah 51,68 persen dibanding 2011. Sementara yang turun lebih rendah 59,87 persen," sambungnya.
Sementara untuk jalur darat, terdapat penurunan volume kendaraan sampai H-3 dari pemantauan pos Merak dibanding tahun 2011. Total kendaraan yang melintas untuk semua jenis adalah 9214 kendaraan. Sementara tahun 2011 di waktu yang sama mencapai 12.275. Jumlah ini jauh di rata-rata normal yang mencapai 20.108 kendaraan.
Dari pos pemantauan Sadang, juga mengalami penurunan dibanding H-3 tahun 2011. Tercatat 5.518 kendaraan melintas, lebih rendah 46,94 persen dibanding 2011. Hal tersebut masih jauh di rata-rata normal yang mencapai 18.364 kendaraan.
(dhu/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 23:28 WIB
Curi Pakaian di Swalayan, Perempuan Bertato Diamankan Polisi
-
Sabtu, 25/05/2013 22:37 WIB
Mahfud MD Terima Penghargaan Praktisi Pemerintahan Terbaik
-
Sabtu, 25/05/2013 22:16 WIB
Tak Hadiri Rapat Timwas Century di DPR, Ini Jawaban KPK
-
Sabtu, 25/05/2013 21:37 WIB
Terseret Ombak, 9 Remaja Tewas di Minahasa
-
Sabtu, 25/05/2013 20:45 WIB
Polisi Karawaci Gagalkan Aksi Pembobolan Bengkel
-
Sabtu, 25/05/2013 09:26 WIB
Pengacara: Sebelum Potong 'Burung', NN Kerap SMS Kalimat Vulgar
-
Sabtu, 25/05/2013 10:51 WIB
3 Aksi Fathanah Bikin Luthfi Semakin 'Gila'
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
-
Sabtu, 25/05/2013 09:07 WIB
Ini Alasan Keluarga Abdul Muhyi Tolak Ajakan Nikah NN
-
Sabtu, 25/05/2013 14:08 WIB
Wanita Pemotong Kelamin: Abdul Pegang-Pegang Tubuh Saya dan Ajak ML
-
Sabtu, 25/05/2013 14:31 WIB
Dituding Abdul Tidak Perawan, Ini Reaksi NN si Wanita Pemotong Kelamin
-
Sabtu, 25/05/2013 12:54 WIB
Kopi Darat dengan Abdul, Wanita Pemotong Kelamin Pura-pura Jadi Umay
-
Sabtu, 25/05/2013 12:14 WIB
Wanita Pemotong Kelamin: Cutter Sudah Dipersiapkan Kalau Abdul Macam-macam
-
545 Komentar
-
257 Komentar
-
208 Komentar
-
205 Komentar
-
179 Komentar
-
152 Komentar
-
137 Komentar
-
124 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 13:34 WIB
Menlu AS Tegaskan Dukungan Penuh Untuk Rezim Israel
-
Sabtu, 25/05/2013 10:58 WIB
Begitu Dapat Kerugian Negara Hambalang dari BPK, KPK akan Tahan Tersangka
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
