detikcom
Sabtu, 18/08/2012 09:00 WIB

FPAN: Absen Finger Print Rp 279 Juta Bisa Cegah Anggota DPR Membolos

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: detikfoto
Jakarta - Ketua FPAN DPR Tjatur Sapto Edy meyakini sistem absen finger print seharga Rp 279 juta yang akan segera diterapkan di DPR akan efektif. Paling tidak untuk meminimalisir ketidakhadiran anggota dalam rapat-rapat di DPR.

"Insya Allah bisa meminimalisir ketidakhadiran,"kata Tjatur kepada detikcom, Sabtu (18/8/2012).

Namun Tjatur tak yakin akan mampu mendongkrak produktivitas anggota DPR. Karena tingginya partisipasi anggota DPR tidak serta merta menaikkan produktivitas kinerja DPR.

"Belum tentu menaikkan produkstivitas karena setelah finger print bisa saja tidak mengikuti kegiatan selanjutnya," keluhnya.

Menurut data yang dihimpun Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) dari dokumen lelang resmi Setjen DPR, pengadaan alat absen finger print DPR akhirnya menelan anggaran Rp 279.325.750.

"Pengadaannya lelang dimulai 1 Juni 2012 sampai 11 Juni 2012, dan penandatanganan kontrak, sudah dilakukan pada tanggal 5 Juli 2012 sampai 6 Juli 2012. Dimana, pemenang lelang ini adalah CV Galung Brothers, yang beralamat Jl Bungur Besar Raya No 43, Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan nilai penawaran sebesar Rp 279 juta dari HPS," kata koordinator investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, kepada detikcom, Kamis (16/8/2012).


Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/edo)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000