detikcom
Sabtu, 18/08/2012 00:29 WIB

Pengeroyokan Warga, Situasi Perbatasan Enrekang-Toraja Mencekam

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Tana Toraja, - Seorang warga Kec. Alla, Kab. Enrekang, yang bernama Rusmin (20), tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok pemuda di Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (17/8/2012).

Akibatnya, situasi di perbatasan Enrekang dan Toraja mencekam, akibat adanya informasi keluarga korban bersama warga Alla, akan menyerang malam ini ke wilayah Mengkendek untuk membalas dendam. Banyak bus dan kendaraan mobil lainnya tujuan Toraja memilih bertahan di sekitar wilayah Enrekang, demikian pula sebaliknya kendaraan dari Toraja tujuan Makassar memilih untuk menunda perjalanannya.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, rabu lalu (15/8), Rusmin dikeroyok di sebuah kafe di Mengkendek. Rusmin yang mengalami kritis ini akhirnya dirujuk untuk mendapatkan perawatan serius di sebuah rumah sakit di Makassar. Setelah sempat dirawat sehari, korban akhirnya meninggal dunia siang tadi. Saat ini jenazah sudah tiba di rumah duka di Kec. Alla, Enrekang dan rencananya akan dimakamkan esok harinya.

Saat ini pihak Polres Enrekang dan unsur Muspida Enrekang turun langsung ke lapangan untuk meredam meluasnya konflik yang bisa berujung konflik SARA. Kapolres Enrekang, AKBP Ika Waskita menurunkan personelnya untuk mengantisipasi terjadinya bentrok dan menjalin komunikasi dengan Polres Tana Toraja.

Kapolda Sulselbar, Irjen Mudji Waluyo, yang dihubungi detikcom, Jumat (17/8/2012), berjanji akan menerjunkan satu peleton Pasukan Brimob-nya pada besok pagi untuk mem-backup personel kepolisian dari Polres Enrekang, guna mengantisipasi pecahnya bentrokan di perbatasan Enrekang-Toraja.

"Situasi di perbatasan Enrekang-Toraja kami pantau terus, saya juga sudah berkoordinasi dengan Gubernur, untuk mengupayakan tidak terjadinya bentrokan antar warga di Enrekang dan Toraja, kami berupaya mengumpulkan tokoh masyarakat dari kedua pihak, selain itu kami juga akan kirim satu peleton Brimob besok untuk melakukan pengamanan," ujar Mudji.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mna/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close