Jumat, 17/08/2012 15:53 WIB

Penangkapan Hakim Semarang Inisiatif MA

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Penyidik KPK menangkap 2 hakim adhoc dan seorang pengusaha di Semarang Jum'at (17/8). Mahkamah Agung (MA) mengatakan data-data hakim adhoc yang ditangkap itu diberikan MA kepada KPK sebagai bentuk inisiatif untuk evaluasi pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

"Itu memang kita yang memberikan data ke KPK, sebagai evaluasi dari pengadilan Tipikor yang kita bentuk satu tahun lalu," kata Juru Bicara MA Djoko Sarwoko kepada detikcom, Jum'at , (17/8/2012).

Djoko mengatakan hakim adhocTipikor yang tertangkap adalah Kartini Marpaung dan Heru Kusbandono ditambah satu lagi Sri keluarga terdakwa yang sekarang sedang diperiksa.

Menurutnya, MA senang dengan tertangkapnya hakim adhoc tersebut, karena selama ini hanya menjadi wacana dan belum ditemukan bukti-bukti kuat.

"Saya senang tidak hanya sekedar ngomong tapi benar terbukti," ujar Djoko.

Djoko mengaku, hal ini merupakan gebrakan pertama yang dilakukan MA untuk menangani hakim-hakim tipikor yanga "nakal". MA bekerja sama dengan KPK, KY , ICW dan koaslisinya dalam mengevaluasi kembali Tipikor, "Ini baru gebrakan pertama MA, seperti saat ini kita sedang mengadakan seleksi hakim adhoc tipikor, data-data mereka diserahkan ke ICW Emerson Yunto untuk periksa track record mereka," ucap Djoko.

Berdasarkan informasi yang didapat dari sumber lain, saat ini hakim dan si pengusaha masih berada di Semarang. Penangkapan sendiri dilakukan pada Jumat hari ini.

(slm/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close