detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 17/08/2012 13:36 WIB

Pelaku Penembakan Pos Polisi di Solo Terekam CCTV

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Penembakan pos pengamanan lebaran di perempatan Gemblegan, Solo, masih dalam penyelidikan aparat. Namun diduga kuat pelaku sempat terekan di salah satu CCTV yang dipasang oleh Dishubkominfo Pemkot Surakarta di perempatan tersebut. Identitas pengendara motor yang terekam sama seperti keterangan para saksi kejadian.

Kepala Dishubkominfo Pemkot Surakarta, Yosca Herman Soedrajad, menegaskan perempatan Glembegan memang merupakan salah satu titik perempatan yang dipasangi CCTV di Solo. Hal ini dikarenakan lokasi itu merupakan salah satu persimpangan lalu-lintas paling padat di Solo mengingat jalur itu merupakan salah satu jalur utama menuju Sukoharjo dan Wonogiri.

Herman memaparkan, CCTV yang dipasang di tempat tersebut, pada saat kejadian memang tidak mengarah pada lokasi pos pengamanan polisi yang berada di sisi utara perempatan (mengarah ke kota), melainkan sedang mengarah ke selatan (arah Wonogiri). Namun demikian kamera CCTV yang berada di utara tempat kejadian merekam pengendara motor yang memiliki ciri-ciri mirip pelaku penembakan.

"Berdasar informasi dan keterangan saksi, ada dugaan pelakunya adalah pengendara yang terekam dalam CCTV kami tersebut. Dua orang yang berboncengan itu melintas di bawah CCTV sekitar satu menit setelah kejadian. CCTV itu berada sekitar 400 meter sebelah utara lokasi kejadian. Berdasarkan informasi, pelaku lari ke utara (arah kota -red) setelah melakukan penembakan. Pengendara itu hanya berjalan pelan," papar Herman, Jumat (17/8/2012) siang.

Kesamaan ciri-ciri antara dua pengendara motor yang terekam dalam CCTV dengan keterangan saksi, kata Herman, salah satunya adalah warna helm yang digunakan keduanya. Pengendara motor menggunakan helm warna putih, sedangkan pembonceng mengenakan helm warha hitam.

Namun Herman mengakui CCTV tidak merekam peristiwa penembakan karena perangkat CCTV di lokasi kejadian saat itu kebetulan tengah menghadap ke selatan, merekam jalur lalu lintas dari Wonogiri. Yang terekam dalam kamera hanyalah suasana jalan di sekitar lokasi beberapa saat setelah penembakan terjadi.

Dipaparkannya, saat kejadian lalu-lintas di perempatan Gemblegan cukup ramai. Beberapa saat setelah itu terlihat kendaraan yang melintas justru mengurangi kecepatan dan pandangan pengendara mengarah ke pos polisi. Bahkan dalam CCTV terekam, dua pedagang yang tengah mendorong gerobak berhenti di dekat pos polisi untuk menyaksikan langsung kejadian pasca penembakan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mbr/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%