detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 17/08/2012 11:31 WIB

Adnan Pandu Praja: Ada Faksi di Internal Polri Terkait Kasus Korlantas

Fajar Pratama - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja melontarkan pandangannya mengenai penanganan kasus Korlantas di Bareskrim Polri. Mantan sekretaris Kompolnas ini mengatakan ada faksi di internal Polri, di mana tak semua perwira setuju Bareskrim menangani perkara ini.

"Ada faksi di internal Polri. Saya mendengar sendiri dari teman-teman di Kompolnas dan temen-temen di kepolisian , bahwa kepolisian beda-beda suara," ujar Adnan Pandu Praja di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (17/8/2012).

Adnan mengatakan, faksi ataupun ego sektoral itu harus dikesampingkan untuk kepentingan nasional. Dia mengingatkan bahwa KPK tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan penyidikan.

"Cukup disadari, ada ego sektoral, tapi kalau kita bicara konteks nasional semestinya yang sektoral itu semakin kecil," ujar Adnan.

Adnan menyatakan pihaknya saat ini hanya berupaya patuh pada undang-undang yang ada, yakni UU 30 tahun 2002 tentang KPK. Ada banyak pasal yang memperkuat posisi KPK dalam sengketa perkara ini.

"Kalau kita hanya di Undang-undang saja. Di Undang-undang kan ada banyak pasal yang mengatakan kalau konteksnya supervisi bisa kita ambil alih. Kalau dia sudah jalan belum, ada koordinasi pasal 50. Jadi banyak pasal mengindikasikan bahwa KPK lan yang memiliki kewenangan," papar Adnan.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fjr/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close