Kamis, 16/08/2012 22:00 WIB
Duh! DPR Masih Banyak Menyisakan RUU pada Tahun Sidang 2011-2012
Ruang Paripurna MPR/DPR (Ahmad Toriq/detikcom)
"Dapat diungkapkan bahwa selama tahun sidang 2011-2012 yang ditutup akhir Juli lalu, capaian produk legislasi yang dihasilkan memang masih jauh dari harapan, karena capaian ini tidak berbanding lurus dengan perencanaan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang telah ditetapkan," kata Ketua DPR Marzuki Alie.
Hal itu disampaikannya dalam pidato pembukaan tahun sidang 2012-2013 DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).
Marzuki mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses penyelesaian RUU. Dia menyebut perbedaan pandangan antar lembaga menjadi hambatan utama penyelesaian RUU.
"Beberapa kendala antara lain berkaitan dengan adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam terhadap suatu substansi, baik di antara DPR dengan Pemerintah maupun di antara fraksi-fraksi," paparnya.
Pada tahun sidang 2011-2012, DPR tercatat belum menyelesaikan delapan RUU. Di antaranya RUU tentang Keistimewaan Provinsi DIY, RUU Pencegahan dan Pemberantasan Pembalakan Liar, RUU Pangan, RUU Koperasi, RUU Lembaga Keuangan Mikro, RUU Pengurusan Piutang Negara dan Piutang Daerah, RUU Pendidikan Dokter, dan RUU Organisasi Masyarakat.
Oleh karenanya, Marzuki meminta Presiden membantu meminimalisir hambatan dalam penyelesaian RUU. "DPR berpandangan bahwa Prolegnas adalah tanggung jawab bersama," imbuhnya.
(trq/fdn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
824 share this. -
Uang Fathanah Mengalir ke 20 Wanita, Sefti: Yang Penting Bapak Sudah Tobat
673 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
657 share this. -
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
649 share this. -
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
643 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 18:30 WIB
Operasi Simpatik Jaya: 10.810 Kendaraan di Jaksel Kena Tilang
-
Minggu, 19/05/2013 18:20 WIB
Hari ke-216 Jokowi
Ahok: Di Jakarta Ini Susah, Kami Sedikit Keras Aja Dianggap Langgar HAM
-
Minggu, 19/05/2013 18:02 WIB
Polda Metro Resmi Menahan WN Nepal Penabrak Warga Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 17:28 WIB
Anggota Geng Motor Penikam Jurnalis Trans TV Ditangkap Polisi
-
Minggu, 19/05/2013 17:28 WIB
Aiptu Labora Dijerat Pasal Pencucian Uang dan Undang-Undang Kehutanan
-
Minggu, 19/05/2013 18:15 WIB
Ahok: Di Jakarta Ini Susah, Kami Sedikit Keras Aja Dianggap Langgar HAM
-
Minggu, 19/05/2013 15:38 WIB
Sefti: Yang Rp 10 Juta Saja Hubungan Intim, Apalagi yang Ratusan Juta
-
Minggu, 19/05/2013 17:11 WIB
16 RS Swasta Mundur dari KJS, Ahok: Mungkin Mau Untung Besar
-
Minggu, 19/05/2013 17:28 WIB
Anggota Geng Motor Penikam Jurnalis Trans TV Ditangkap Polisi
-
Minggu, 19/05/2013 16:20 WIB
Fathanah Ditahan, Sefti Main Sinetron Striping 100 Episode
-
Minggu, 19/05/2013 18:02 WIB
Polda Metro Resmi Menahan WN Nepal Penabrak Warga Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 17:03 WIB
Sebelum Menikah, Sefti Mengenal Fathanah Sebagai Orang Baik
-
Minggu, 19/05/2013 16:37 WIB
Sefti Pernah Diminta Fathanah Beri Paket ke LHI
-
452 Komentar
-
308 Komentar
-
231 Komentar
-
227 Komentar
-
220 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,833.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 14:14 WIB
Uang Fathanah Mengalir ke 20 Wanita, Sefti: Yang Penting Bapak Sudah Tobat
-
Minggu, 19/05/2013 12:54 WIB
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
