Kamis, 16/08/2012 10:51 WIB
Enaknya Jadi Koruptor, Vonis Ringan & Panen Banyak Remisi!
"Jadi koruptor di Indonesia itu merdeka. Tanpa efek jera. Kemerdekaan dirayakan juga oleh musuh negara yakni koruptor," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, saat berbincang, Kamis (16/8/2012).
Bayangkan di peringatan Hari Kemerdekaan dan perayaan Lebaran ini, terpidana korupsi mendapatkan remisi. Salah satunya seperti disebutkan Ditjen PAS Kemenkum yakni Gayus Tambunan. Pemberian itu dilakukan karena Gayus berkelakuan baik.
"Nah kalau dalam kasus Gayus dan ribuan koruptor lainnya itu bertolak belakang dengan semangat pemberantasan dan usaha merdeka dari korupsi. Atas masalah ini DPR paling harus bertanggung jawab atas penolakan moratorium remisi untuk koruptor yang didorong oleh Kemenkum HAM," jelas Apung.
Apung menilai lagi-lagi pemberian remisi ini akan menjadi momok. Efek jera yang diharapkan muncul dari kurungan penjara tidak akan tercapai. Apalagi rata-rata vonis bagi terpidana korupsi di bawah angka 5 tahun.
"Di sisi lain, remisi ganda Kemerdekaan dan Idul Fitri ini menjadi titik puncak gunung es ketidakberdayaan SBY dalam memberantas korupsi. Bukan dalam penegakkan hukum yang katanya tidak bisa diintervensi, SBY pun tunduk memberi izin remisi untuk koruptor. Presiden sebagai pemberi efek jera di garda paling akhir telah gagal," urainya.
Apung melanjutkan kalau legislatif dan eksekutif tidak bisa memberi efek jera untuk koruptor, maka bisa dikatakan saat ini kita dalam posisi titik nadir melawan koruptor.
"Dan akhirnya kemerdekaan pun bisa dinikmati koruptor yang mengambil uang rakyat," tegasnya.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(ndr/vit)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 15:41 WIB
Diterpa Isu Wanita Siri, Rektor IPDN Mundur
-
Kamis, 20/06/2013 15:41 WIB
2 Bocah Perempuan di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Pencabulan
-
Kamis, 20/06/2013 15:34 WIB
Jokowi, Organda, dan Dishub Cuma Bahas Prosedur Tarif Angkot
-
Kamis, 20/06/2013 15:31 WIB
Toyota Kijang Seruduk Pos Keamanan Bank di Semarang, Penjual Nasi Tewas
-
Kamis, 20/06/2013 15:29 WIB
PKS Wakafkan Menteri, Waketum PD: Memalukan!
-
Kamis, 20/06/2013 13:47 WIB
Hendropriyono: Saya Bekas Prajurit, Saya Yakin Mereka Tidak Setolol Itu
-
Kamis, 20/06/2013 14:43 WIB
Ditawari Masuk PD, Ini Jawaban Tifatul
-
Kamis, 20/06/2013 13:59 WIB
Dikejar Massa, Ketua Komnas HAM Diamankan PM
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Diminta Tempatkan Orang Betawi di Jabatan Penting, Ini Tanggapan Ahok
-
Kamis, 20/06/2013 14:34 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
Kamis, 20/06/2013 15:07 WIB
Celoteh Warga Soal Bangku Taman Jokowi di Thamrin
-
Kamis, 20/06/2013 14:38 WIB
Terungkap di Dakwaan, Serda Ucok Ajak Serang LP dan Eksekusi Tahanan
-
Kamis, 20/06/2013 14:30 WIB
Gara-gara 3 Menteri Kena Macet, SBY Tunda Rapat Kabinet
-
436 Komentar
-
359 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
179 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 13:12 WIB
Menko Kesra Soal Asap: Suka Mengeluh, Singapura Jangan Kekanak-kanakan
-
Kamis, 20/06/2013 12:33 WIB
Punya Banyak Perusahaan Sawit di Sumatera, Singapura Harus Introspeksi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

