detikcom
Kamis, 16/08/2012 06:39 WIB

Sambut Pidato Kenegaraan SBY, DPR Anggarkan Rp 1,2 M

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Hari ini DPR RI akan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden SBY dalam rangka HUT RI dan penyampaian nota keuangan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,2 miliar.

"Jadi hanya untuk mendengarkan pidato Presiden saja dalam satu hari, DPR harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1.283.020.000," ujar koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, kepada detikcom, Kamis (16/8/2012).

Fitra mengolah data dari Keppres 32 tahun 2011 tentang rincian anggaran belanja pemerintah pusat tahun anggaran 2012, dan Keppres No 26 tahun 2010 tentang rincian anggaran belanja pemerintah pusat tahun anggaran 2011.

Anggaran sebesar itu disiapkan untuk paripurna DPR dalam rangka penyampaian pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI 17 Agustus 2012. Agenda pertama menurut jadwal digelar di Gedung Nusantara DPR, Kamis (16/8/2012) pukul 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian nota keuangan Presiden SBY menyangkut RAPBN 2013 pada pukul 20.00 WIB.

"Pertama, kegiatan rapat paripurna DPR RI dengan agenda pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka penyampaian RAPBN 2012 menghabiskan anggaran sebesar Rp 699.050.000; kedua, kegiatan rapat paripurna DPR RI dalam rangka pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI tanggal 16 Agustus 2012 menghabiskan anggaran sebesar Rp 583.970.000," ujar Uchok merinci anggaran yang disiapkan DPR.

Acara pidato kenegaraan SBY di DPR sebenarnya sudah menjadi acara tahunan. Dari tahun ke tahun anggarannya selalu naik.

‎"​Sedangkan untuk tahun 2011, anggaran yang dikeluarkan hanya untuk mendengarkan pidato Presiden saja dalam satu hari, DPR harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 995.450.00, jadi ada kenaikan sebesar Rp 287.570.000 dalam satu tahun ini," kata Uchok.

Semua anggota MPR RI, DPR RI, DPD RI, pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, Presiden, Wapres, mantan Presiden dan mantan Wapres, diundang dalam acara ini. Biasanya acara ini juga dijadikan momen penghargaan kepada pegawai dan guru teladan bangsa.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/mok)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%