detikcom
Rabu, 15/08/2012 19:04 WIB

Dendy Prasetia Tersangka Kasus Korupsi Alquran Mangkir dari Panggilan KPK

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Tersangka kasus suap pembahasan anggaran proyek pengadaan Alquran Dendy Prasetia mangkir dari panggilan KPK hari ini. KPK akan melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua kepada Dirut PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara ini.

"Tersangka DP tidak hadir dan belum ada informasi dari yang bersangkutan mengenai ketidakhadiran itu," kata juru bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (15/8/2012).

Johan menjelaskan penahanan terhadap tersangka dapat dilakukan langsung usai pemeriksaan pertama. "Tentu pemanggilan sebagai tersangka bisa dilakukan penahanan atau tidak. Jadi kita akan memanggil lagi untuk diperiksa sebagai tersangka," imbuhnya.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan ayah Dendy, anggota Komisi VIII DPR Zulkarnaen Djabbar sebagai tersangka. Zulkarnaen hingga kini belum diperiksa KPK.

Dendy dan Zulkarnaen diduga mengarahkan peruntukkan anggaran Kementerian Agama untuk proyek Alquran dan laboratorium di Tsanawiyah termasuk mengarahkan pejabat di Kemenag agar memenangkan perusahaan tertentu sebagai pemegang proyek.

Johan menambahkan, pemanggilan terhadap Zulkarnaen akan dilakukan usai Lebaran. "Pemanggilan tersangka atau saksi siapa yang duluan itu bagian dari strategi, yang pasti ZD juga akan dipanggil habis Lebaran," kata dia.

Selain kasus pembahasan anggaran, KPK juga tengah menyelidiki perkara pengadaan Alquran dan laboratorium komputer Tsanawiyah yang dikerjakan Kemenag. "Sudah ada sekitar 15 orang yang dimintai keterangan terkait penyelidikan itu," ujar Johan.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(fdn/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close