Rabu, 15/08/2012 18:07 WIB

Prabowo Dipenjara karena Mengirim SMS Penghinaan

Andi Saputra - detikNews
ilustrasi (hasan/detikcom)
Jakarta - Putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) menghukum 5 bulan penjara bagi pengirim SMS cabul. Sebelum putusan kasasi ini, Pengadilan Negeri (PN) Kendal pernah menghukum Dirut PDAM Kendal, Prabowo, terkait SMS yang menghina mantan teman wanitanya.

Seperti termuat dalam putusan PN Kendal yang dilansir website MA, kasus ini bermula saat Prabowo berkenalan dengan Nur Dewi Alfiyana pada 2007 hingga 2009. Mereka mengakhiri hubungan karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Pada pergantian tahun baru 2009-2010, Nur Dewi mengirimkan SMS selamat tahun baru ke nomor Prabowo. Karena tidak dibalas, Nur Dewi lalu mengirimkan pesan lagi beberapa kali ke Prabowo.

Namun siapa nyana, pada 13 Oktober 2010 jawaban SMS yang diterima Nur Dewi malah sebalinya, yaitu cacian dan hinaan.

"Jangan ngaco dan ganggu orang *****, sekali ***** ya tetap saja *****. Betapa rendah martabatmu. Kacian deh," demikian bunyi SMS yang dikirim Prabowo.

Lalu Nur Dewi memastikan siapa yang mengirim SMS tersebut. Tapi saat Nur Dewi menelepon nomor tersebut, malah dimatikan. Lantas muncul SMS di HP Nur Dewi yang berbunyi:

"Ya. lagi-lagi diganggu *****. Dengan sikapmu yang seperti ini pasti kamu akan selalu direndahkan orang. Jadinya kamu tidak akan ******. Gitu nasehat saya ya ****."

Mendapat SMS ini, Nur Dewi pun tidak terima karena merasa martabatnya direndahkan. Dia pun mengadu ke polisi sehingga Prabowo yang juga dosen Sekolah Tinggi Putra Bangsa harus berurusan dengan hukum.

Setelah duduk di kursi pesakitan, majelis hakim PN Kendal menjatuhkan hukuman 3 bulan penjara.

"Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'tanpa hak telah mentransmisikan informasi elektronik yang memilik muatan penghinaan'," demikian putusan yang dibuat oleh majelis hakim yang dibuat oleh Abdul Latip, Wahyu Iswari dan Rosana Irawati. Putusan ini diketok pada 6 Januari 2011 lalu.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(asp/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%