detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 15/08/2012 14:05 WIB

Tipu 5.000 Warga Soal Paket Lebaran, Pemilik PT Nurani Sejahtera Dibekuk

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Kurang lebih 7 tahun sudah, warga Johar Baru, Jakarta Pusat mengumpulkan uang setiap hari agar mendapatkan paket sembako menjelang Lebaran tiba. Namun tahun ini, paket sembako tersebut tak kunjung dibagikan.

Uang warga yang dikumpulkan tersebut ke PT Nurani Sejahtera disalahgunakan. Pemilik PT Nurani Sejahtera, St (47) akhirnya ditangkap.

"Kasus penipuan paket sembako," kata Kapolsek Jakarta Pusat Kombes Pol AR Yoyol saat dihubungi detikcom, Rabu (15/8/2012).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Rachmat mengatakan setiap hari warga ada yang mengumpulkan uang mulai dari Rp 500 hingga Rp 5.000. Dari uang tersebut, warga memilih jenis paket sembako mana yang akan ia dapatkan nanti pada 10 Agustus 2012.

"Nabung setiap hari. Ada 5 paket yang Rp 500 tiap hari nanti dapatnya paket yang satu. Terus yang Rp 1.000 tiap hari paket yang lain. Begitu seterusnya sesuai tabungannya dia," jelasnya.

Paket itu akan dibagikan tanggal 10 Agustus 2012. Warga yang menanti paket tersebut tidak juga mendapatkan kabar. Hingga akhirnya, Selasa (14/8) malam, warga melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Dari laporan itu sudah kita tangkap pemiliknya. Dia sendiri. Karena kalau pekerjanya yang lain juga korban juga," ucapnya.

Setelah ditangkap, St mengaku uang tersebut ia pakai untuk saham. Dalam saham tersebut, ia kalah. Sehingga uang yang sudah dikumpulkan warga tidak bisa ia belikan paket sembako yang selama 7 tahun ia lakukan.

"Jadi dia tergoda ikut saham. Akhirnya nggak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat itu," imbuhnya.

St dijerat Pasal 372 tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Saat ini, warga Johar Baru masih dimintai keterangan di Polres Jakarta Pusat.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gus/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close