Rabu, 15/08/2012 14:05 WIB

Tipu 5.000 Warga Soal Paket Lebaran, Pemilik PT Nurani Sejahtera Dibekuk

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Kurang lebih 7 tahun sudah, warga Johar Baru, Jakarta Pusat mengumpulkan uang setiap hari agar mendapatkan paket sembako menjelang Lebaran tiba. Namun tahun ini, paket sembako tersebut tak kunjung dibagikan.

Uang warga yang dikumpulkan tersebut ke PT Nurani Sejahtera disalahgunakan. Pemilik PT Nurani Sejahtera, St (47) akhirnya ditangkap.

"Kasus penipuan paket sembako," kata Kapolsek Jakarta Pusat Kombes Pol AR Yoyol saat dihubungi detikcom, Rabu (15/8/2012).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Rachmat mengatakan setiap hari warga ada yang mengumpulkan uang mulai dari Rp 500 hingga Rp 5.000. Dari uang tersebut, warga memilih jenis paket sembako mana yang akan ia dapatkan nanti pada 10 Agustus 2012.

"Nabung setiap hari. Ada 5 paket yang Rp 500 tiap hari nanti dapatnya paket yang satu. Terus yang Rp 1.000 tiap hari paket yang lain. Begitu seterusnya sesuai tabungannya dia," jelasnya.

Paket itu akan dibagikan tanggal 10 Agustus 2012. Warga yang menanti paket tersebut tidak juga mendapatkan kabar. Hingga akhirnya, Selasa (14/8) malam, warga melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Dari laporan itu sudah kita tangkap pemiliknya. Dia sendiri. Karena kalau pekerjanya yang lain juga korban juga," ucapnya.

Setelah ditangkap, St mengaku uang tersebut ia pakai untuk saham. Dalam saham tersebut, ia kalah. Sehingga uang yang sudah dikumpulkan warga tidak bisa ia belikan paket sembako yang selama 7 tahun ia lakukan.

"Jadi dia tergoda ikut saham. Akhirnya nggak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat itu," imbuhnya.

St dijerat Pasal 372 tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Saat ini, warga Johar Baru masih dimintai keterangan di Polres Jakarta Pusat.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%