Rabu, 15/08/2012 00:12 WIB

2 ABG Pacaran di Pinggir Rel Tertabrak Kereta Api di Bogor, 1 Tewas

Rafiq Maeilana - detikNews
Bogor, - Sekumpulan anak-anak baru gede (ABG) sedang asik bersenda gurau di pinggir rel kereta api dekat pintu palang Kebon Pedes, Tanah Sareal, Bogor. Tak disangka ditengah keasikan mereka, kereta api melintas dan menewaskan salah satu rekannya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Selasa (14/8/2012) malam. Mereka tertabrak kereta commuter line dari arah Jakarta menuju Bogor.

Satu orang atas nama Adriansyah (16) tewas di lokasi kejadian. Sementara Sumarini (12) harus kehilangan kaki kirinya karena terluka parah. Sumarini diketahui dilarikan ke UGD RS PMI Bogor dan menjalani operasi.

"Pas kejadian banyak orang, lihat ibu jerit minta tolong ada yang ketabrak kereta. karena salah satunya masih hidup warga inisitif dibawa dengan mobil pickup," tutur saksi mata Yadi saat ditemui dilokasi.

Menurut Yadi, warga sering mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak main di sekitar rel tersebut. Sebab kejadian serupa bukan hal yang pertama kali.

"Banyak yang menasihati jangan pada nongkrong di situ karena sering kecelakaan. Kayanya mereka lagi pada pacaran," ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Tanah Sareal Kompol Indrat mengatakan pihaknya saat ini menangani peristiwa tersebut.

"Korban 2 orang, satu sekarat satu meninggal," katanya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%