Detik.com News
Detik.com
Selasa, 14/08/2012 18:32 WIB

Rp 7,8 M untuk HUT RI, Kemensetneg: Jangan Samakan dengan Kelurahan

Luhur Hertanto - detikNews
Rp 7,8 M untuk HUT RI, Kemensetneg: Jangan Samakan dengan Kelurahan
Jakarta - Dana yang disiapkan untuk membiayai pelaksanaan rangkaian puncak peringatan HUT ke-67 RI memang miliaran rupiah. Namun anggaran sebesar itu cukup pantas untuk kegiatan kenegaraan tingkat nasional yang melibatkan banyak tenaga.

"Jangan disamakan dengan upacara tingkat kelurahan dong," kata Ketua Peringatan Hari Besar Nasional, Lambock V Nahattands, kepada wartawan yang mencegatnya usai upacara pengukuhan Paskibraka 2012 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/8/2012).

Saat ditanya lebih lanjut, Lambock tidak mengungkapkan berapa dana yang dianggarkan. Namun pria yang sehari-hari bertugas sebagai di Sekretariat Kemensetneg ini tidak membantah angka Rp 7,8 miliar yang dilansir oleh Forum Indonesia untuk Transparasi.

"Yang jelas selalu seimbang sesuai jenis kegiatannya. Jangan diukur dari besarannya saja, tapi juga kepantasan dan luas cakupannya. Ini kan harganya dilelang, nah bandingkan nanti semuanya," papar Lambock.

Dia juga tidak membantah bahwa ada anggaran untuk pengadaan pakaian seragam. Pakaian tersebut diperuntukkan kepada para petugas di lapangan, bukan para pejabat negara.

"Itu bukan untuk pejabat, tapi petugas," ujarnya.

Rangkaian puncak peringatan HUT RI, persiapannya berlangsung sejak bulan lalu yang dimulai dari dekorasi Istana serta pelatihan Paskibraka. Upacara melibatkan seribuan orang sebagai pengisi acaranya dan mengundang ribuan orang lagi sebagai hadirin.

Setelah upacara penaikkan dan penurunan bendera, dilanjutkan dengan resepsi kenegaraan kepada para wakil negara sahabat. Total kesibukan rangkaian puncak acara peringatan HUT RI bisa berlangsung selama sepekan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lh/nvc)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%