detikcom
Selasa, 14/08/2012 15:27 WIB

THR Digelapkan Lurah, Belasan Staf Kelurahan di Kendari Mogok Kerja

Andi Fatima - detikNews
Kendari - Belasan staf Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kendari, Sulawesi Tenggara, mogok kerja dua hari terakhir. Mereka memprotes lurah yang tak ngantor selama 1 bulan karena melarikan uang THR.

Kantor kelurahan tertutup rapat. Sekretaris Kelurahan Padaleu, Sukmawati mengatakan, aksi mogok kerja dilakukan sebagai protes terhadap Lurah Arifuddin. Para pegawai menilai Arifudin menggunakan dana administrasi sekitar Rp 4 juta yang dialokasikan untuk THR bagi 17 staf kelurahan.

"Saya belum bisa pastikan kapan pelayanan terhadap masyarakat bisa dilaksanakan, sebab hingga kini belum ada kejelasan dari Lurah," katanya ketika ditemui di halaman kantor Kelurahan Padaleu, Selasa (14/8/2012).

Menurut Sukmawati, selama Lurah tidak berkantor, sejumlah kegiatan kerja kelurahan dilakukan di kediaman Arifuddin.

Sekretaris Kota Kendari, Amarullah mengaku belum mendapat laporan tentang kinerja Lurah Padaleu yang tak berkantor sejak satu bulan lalu. Namun ia meminta Camat Kambu untuk memberikan teguran kepada yang bersangkutan.

"Camat selaku atasan langsung Lurah Padaleu harus memberi teguran atau peringatan. Jika teguran tak diindahkan akan diberikan sanksi hingga penahanan gaji bahkan lurah tersebut diganti," kata Amarullah di ruangan kerjanya.

Sementara Lurah Padaleu Arifuddin tak bisa dihubungi. Nomor teleponnya tidak aktif.

(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel