detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:30 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 14/08/2012 10:28 WIB

Anak-anak yang Jadi 'Dewasa' Sebelum Waktunya

Nurvita Indarini - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 4 dari 4
Ah Long yang sendirian (darkgovernment.com)
3. Ah Long, Bocah yang Harus Hidup Sendiri

Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya. Orang tuanya meninggal berturut-turut pada tahun 2008 dan 2010. Dia benar-benar menjadi yatim piatu saat usianya baru 6 tahun.

Warga sekitar takut mendekat karena tak ingin tertular HIV/AIDS. Alhasil Ah Long yang tinggal sebuah desa di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guangxi, China, itu harus tinggal sendiri di rumahnya yang begitu sederhana.

Dikutip dari kualalumpurpost.net, bocah kelahiran 2004 itu memiliki seorang nenek berusia 84 tahun yang cukup sering berkunjung. Sang nenek juga memasak untuk Ah Long dan menanam beberapa sayuran di sekitar rumah anak laki-laki itu.

Si kecil Ah Long tidak tahu apa itu AIDS. Yang dia tahu, teman-temannya tidak pernah mau berdekatan dengannya. Dokter tidak mau mengobati lukanya, dan sang nenek kendati kerap berkunjung, menolak untuk tinggal bersama Ah Long. Bahkan dia pernah ditolak di sekolah dasar dekat rumahnya. Satu-satunya yang mau bermain dengannya hanyalah seekor anjing yang dinamainya Lao Hei.

Namun sejak kisah Ah Long disorot media, dia mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat serta pemerintah China. Awal Desember 2010 sebuah rumah sosial di Kota Liuzhou, bersedia untuk merawatnya. Banyak pula yang ingin mengadopsinya.

Pemerintah pun akan memberikan tunjangan hidup tahunan sebesar 1.200 yuan bagi Ah Long dan neneknya. Dia juga akan menerima dana subsidi bagi anak yatim piatu dan bantuan lainnya.

Tak hanya itu, makanan, pakaian, mainan dan barang-barang lainnya terus mengalir dari para dermawan. Bahkan ada penggalangan dana melalui internet yang akhirnya dapat mengumpulkan uang 24.000 yuan untuk membangun rumah baru bagi Ah Long. Rumah baru itu besarnya sekitar 60 meter persegi, dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan toilet. Namun nasib rumah itu tidak diketahui setelah Ah Long tinggal di rumah sosial.

(vta/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%