Selasa, 14/08/2012 01:10 WIB

Didik J Rachbini: Suara Arus Bawah PKS Ada yang Dukung Jokowi

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Cawagub DKI Jakarta yang diusung PKS berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid, Didik J Rachbini, angkat bicara mengenai dukungan PKS ke Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Didik meyakini tak semua simpatisan PKS akan menuruti keputusan partai mendukung calon incumbent.

"Sebenarnya suara arus bawah PKS ada yang ke Jokowi untuk perubahan DKI, dan ada yang ke Foke untuk kesamaan visi dan identitas religius," kata Didik dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Senin (13/8/2012) malam.

Menurut Didik, pilihan PKS mendukung Foke-Nara dilematis dan akan menimbulkan pro kontra di bawah. Dia menilai pertimbangan pimpinan PKS untuk merapat ke Foke-Nara lebih disebabkan karena adanya koalisi antara PKS dengan Partai Demokrat di tingkat pusat.

"Menurut saya proses koalisi di dalam politik bukan fikih halal dan haram. Saya melihatnya seperti koalisi di tingkat pusat," ujar Didik.

Politisi PAN itu menuturkan, sebenarnya ada pilihan ketiga bagi PKS, yakni tidak memilih untuk berkoalisi dengan siapapun dalam putaran dua Pilgub DKI. "Sebenarnya ada pilihan ketiga yakni tidak memilih, untuk mengurangi pro dan kontra. Namun kemanfaatan untuk memobilisasi sumberdaya politik dalam pilihan ini mungkin diabaikan," ungkapnya.

Sebelumnya, PKS secara resmi mendaklarasikan dukungan kepada pasangan Foke-Nara pada Pilgub putaran kedua (11/8) kemarin.

Dukungan PKS terhadap pasangan incumbent tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama kontrak kerjasama kedua pihak. "Barusan saja kita sudah menandatangani kontrak koalisi untuk selanjutnya," ujar
Ketua DPW DKI PKS, Slamet Nurdin.

(iqb/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel