detikcom
Senin, 13/08/2012 19:11 WIB

TNI AD Luncurkan Situs Resmi

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) meluncurkan situs resmi untuk TNI AD. Situs ini disediakan untuk dapat mengakses segala informasi terbaru seputar kegiatan militer yang berhubungan dengan TNI AD.

Peluncuran situs ini bersamaan dengan acara buka bersama di Kartika Media Center TNI AD, Jl Dr Abdurahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2012). Menurut Kadispenad, Brigjen TNI Sisriadi, situs tersebut dapat diakses di www.tniad.mil.id

"Ini sekarang sudah tampilan baru. Intinya kegiatan TNI AD kita perbarui terus. Jadi yang ada dalam situs ini adalah kegiatan yang direncanakan seperti latihan dan acara resmi," ujar Sisriadi kepada wartawan di lokasi acara.

Diharapkan dengan adanya situs ini, baik wartawan maupun publik dapat mengikuti perkembangan kegiatan TNI AD.

"Kita menyediakan siaran pers yang berisi insiden. Di situs kita rekan wartawan bisa mengambil siaran pers ini, atau bisa menghubungi puspenad untuk informasi lebih jauh," tambah Sisriadi.

Selain itu, Sisriadi juga mengajak awak media untuk mengikuti pelatihan militer pada tanggal 24 Agustus hingga 4 September 2012. Para peserta nanti terdiri dari 6 media yang akan diundang Dispenad TNI AD. Namun ia masih enggan menerangkan dari mana saja asal media tersebut. Program ini dinamakan BP9 Kostrad.

"Di situ saya akan melatih prajurit saya untuk melayani media yang akan mengintil itu. Kita lihat pertama wartawannya kuat atau enggak. Tapi kalau yang berminat banyak akan kita seleksi. Syaratnya, pernah ikut kegiatan serupa sebelumnya, sehingga lebih mudah mengarahkan. Kita juga lebih menggunakan metode pemilihan secara random," jelas Sisriadi



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dhu/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%