Detik.com News
Detik.com
Senin, 13/08/2012 12:37 WIB

Menag: Penetapan Idul Fitri Ditentukan Sidang Isbat 18 Agustus

Septiana Ledysia - detikNews
Menag: Penetapan Idul Fitri Ditentukan Sidang Isbat 18 Agustus
Jakarta - Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1433 H (Idul Fitri) pada 19 Agustus. Bagaimana dengan pemerintah? Menag Suryadharma Ali belum memberi jawaban kapan pemerintah menetapkan lebaran. Pemerintah akan menggelar sidang isbat lebih dahulu.

"Ditentukan pada sidang isbat tanggal 18 Agustus. Datang yah," terang Surya di Kemenkokesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/8/2012).

Bulan lalu, Ketua MUI Amidhan memperkirakan bahwa lebaran akan digelar dalam waktu bersamaan antara Muhammadiyah dan pemerintah. Muhammadiyah menunaikan ibadah puasa 1 Ramadhan pada 19 Juli, sedang pemerintah 20 Juli.

Perbedaan itu hal yang biasa. Perbedaan diharapkan bukan menjadi pemicu penyebab keretakan persatuan umat.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%