Senin, 13/08/2012 03:45 WIB

Deal 'Insya Allah' Cicak vs Buaya

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya di meja utama. Jenderal Timur Pradopo, yang duduk semeja pun ikut berdiri. Lalu, Abraham Samad yang duduk di barisan meja kedua, sekitar 1,5 meter di belakang keduanya, mendekat.

Rabu 8 Agustus 2012, pembicaraan ketiganya jadi pusat perhatian di penghujung buka puasa bersama di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta. Saat buka puasa digelar itu, KPK dan Mabes Pori tengah berebut penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) kendaraan roda dua dan roda empat. (baca edisi sebelumnya, majalah detik edisi 36)

Setelah Abraham mendekat, presiden mengawali pembicaraan. Kedua pucuk pimpinan bersedekap, menunduk, terkadang saling pandang mata, dan tersenyum menyambut gaya bicara presiden yang diselingi kepalan tangan ke depan. Pembicaraan cukup pendek, hanya 4 atau 5 menit, sebelum kemudian masing-masing kembali ke kursinya

Banyak yang berharap pertemuan SBY, Timur dan Abraham itu bakal menjadi akhir perseteruan yang mulai disebut-sebut sebagai Cicak vs Buaya jilid 2 itu.

***

Tulisan lengkap Deal ‘Insya Allah’ KPK Vs Polri bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 37, 13 Agustus 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus KPK vs Polri dengan tema “Deal ‘Insya Allah’ KPK Vs Polri” juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘Menjerat Korupsi Seks’ Internasional ‘Sukses Curiosity Menjejak Planet Merah’, rubrik gaya hidup ‘Parcel Voucher Fleksibel tapi Kurang Menyentuh’ berita komik ‘Air Mata Rhoma Irama’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Total Recall’, WKWKWK ‘Asyik Kencan di Pinggir Kali eh Malah Dirampok’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!

Edisi 38 dengan tema ‘Kontroversi Soekarno’ terbit lebih awal pada Kamis 16 Agustus 2012.


(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel