detikcom
Minggu, 12/08/2012 13:35 WIB

Penganiaya Mahmudin yang Memicu Rusuh di Lampung Ditangkap Polisi

Adan Bakar - detikNews
Jakarta - Polisi dari Polsek Natar, Lampung Selatan menangkap Juanda (43), tersangka penganiayaan. Juanda, staf tata usaha di SMPN 2 Natar ini diduga menganiaya Mahmudin (26) hingga tewas.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, tersangka ditangkap kemarin Sabtu (11/8). "Saat ini tersangka masih diperiksa di Mapolsek Natar," kata Sulis, Minggu (12/8/2012).

Kasus penganiayaan ini berbuntut panjang. Pasalnya tewasnya Mahmudin menyebabkan amuk massa di Desa Purwosari, Kecamatan Natar pada Kamis (9/8) lalu.

Awalnya, Mahmudin warga Kampung Banyuwangi, diduga hendak mencuri sepeda motor di Desa Purwosari. Mahmudin yang mengalami keterbelakangan mental dihakimi masa hingga tewas hari Selasa (7/8).

Tak terima dengan kematian Mahmudin, warga Kampung Banyuwangi menyerang Desa Purwosari dan membakar dua rumah milik warga. Massa juga membakar satu rumah di Dusun Gajah Mati, Desa Rulung Helok.

Tewasnya Mahmudin yang berbuntut penyerangan warga, diharapkan tidak berlanjut. Sulis mengatakan, polisi dan tokoh masyarakat setempat telah melakukan pertemuan antar warga dari dua kampung yang berselisih.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fdn/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%