Minggu, 12/08/2012 09:39 WIB

Kakak Beradik Dikubur di Rumah, Saksi: Terakhir Melihatnya 7 Agustus

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Jenazah Sunarsih (46) dan Supiati (34) ditemukan polisi terkubur dalam satu liang di kamar rumahnya, Simo Prona Jaya III/2, Surabaya, Minggu (12/8/2012). Terakhir kalinya, kedua korban terlihat pada Hari Selasa (7/8/2012) pagi.

Bambang, yang tinggal berjarak dua rumah dari rumah korban mengaku sempat bertemu kedua korban pada Senin (6/8/2012) pagi.

"Saya ketemu Bu Supiati duduk-duduk di depan rumahnya," kata Bambang yang ditemui detiksurabaya.com, Minggu (12/8/2012).

Pada Hari Rabu (8/8/2012) pagi, sepulang bekerja Bambang melihat perabotan dikeluarkan dari rumah oleh Barja, suami Sunarsih yang asli Subang tersebut.

Bambang yang penasaran sempat bertanya ke warga. Menurut warga, penghuninya akan pindah karena rumahnya mau dikontrakkan.

Karena belum puas mendengar jawaban para tetangganya, Bambang pun menemui
Barja untuk meminta penjelasan. "Saya ketemu Pak Barja. Jawabannya mau dikontrakkan, Rp 5-6 juta untuk 2 tahun," kata Bambang.

Rumah milik Supiati yang tak lain adik ipar Barja itu itu kemudian ditawar Mbok Rah, Rp 4 juta untuk 2 tahun dan dikasihkan. "Rumah itu untuk kerabatnya Mbok Rah yang bernawa Pak Newi," kata Bambang.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(roi/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%