Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 11/08/2012 17:31 WIB

Kendaraan Bermotor Mulai Padati Jalan ke Arah Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kendaraan Bermotor Mulai Padati Jalan ke Arah Semarang Keramaian di Semarang (Angling/ detikcom)
Semarang - Volume kendaraan yang masuk ke arah Kota Semarang baik dari arah Yogyakarta maupun Jakarta sudah mulai meningkat. Sejumlah warga sudah mulai mudik hari ini untuk menghindari puncak arus mudik.

Salah satu pemudik, Yuni Ardhyanti mengaku lebih memilih mudik pada H-8 karena menghindari lonjakan penumpang untuk moda transportasi bus. Ia pun sudah tidak sabar bertemu keluarganya di kampung halamannya di Kebumen.

"Saya mengajukan libur magang biar bisa pulang kampung sekarang," katanya di halte bus Sukun, Jl. Setiabudi, Semarang, Sabtu (11/8/2012).

Dari pantauan detikcom, kepadatan kendaraan terjadi di Jl Diponegoro, Ungaran dari arah Semarang menuju Yogyakarta tepatnya sebelum jalan masuk menuju tol Semarang-Ungaran. Kepadatan juga terlihat di Jl Jendral Sudirman, Ungaran.

Keadaan serupa terjadi di Jl Setiabudi, Semarang dari arah Yogyakarta, volume kendaraan juga meningkat dan didominasi oleh kendaraan roda empat. Meski demikian laju kendaraan masih terpantau ramai lancar.

Sejumlah kendaraan dari luar kota juga sudah memadati jalur pantura, Jl Wali Songo, Semarang dari arah Kendal atau Jakarta. Titik kemacetan terjadi di pertigaan Jrakah, pertigaan Gatot Subroto dan pertigaan tol Krapyak. Daerah pembangunan flyover yang di perkirakan menjadi titik macet yaitu Kalibanteng, hingga kini masih terpantau lancar.

Menurut Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Jateng, Perkiraan arus mudik dan balik akan terjadi pada H-2 yaitu tanggal 17 Agustus hingga H+6, 26 agustus.

"Prediksi puncak arus mudik adalah tanggal 17 hingga 18 Agustus, sedangkan arus balik adalah 24 hingga 26 agustus," kepala Dishubkominfo Provinsi Jateng, Urip Sihabudin beberapa waktu lalu.

(alg/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%