Sabtu, 11/08/2012 17:19 WIB
KIPP: Isu Sara Ada Karena Masyarakat Tak Tahu Agama Cagub-Cawagub
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Wahyu Dinata pada diskusi Perludem "Ancaman Serius Politisasi Isu SARA Dalam Pilkada" di Tjikini Cafe, Jl.Cikini Raya no. 17, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2012).
Menurut Wahyu, waktu di putaran pertama yang ramai adalah tentang isu etnis yang menyerang Calon gubernur. Sedangkan di putaran kedua ini yang diserang adalah wakilnya yang di serang dengan isu agama.
"Apakah isu SARA di putaran pertama ada. Ya, ada. Tetapi isu SARA itu lebih kepada suku etnis (Antara jawa dengan betawi dan calon pendatang dan penghuni tetap) dan lebih ke sosok pemimpin. Di putaran kedua lebih ke sosok wakilnya," kata lelaki berbaju hitam tersebut.
Wahyu menambahkan isu SARA di putaran kedua itu ada 3 bentuk."Pertama bentuk isu SARA informatif, kedua bentuk isu SARA hasutan atau provokasi dan yang ketiga isu SARA dalam bentuk fitnah," ujarnya.
Dalam putaran kedua ini seharusnya masyarakat seharusnya diberikan apa visi dan misi para calon gubernur. Bukan malah menyebarkan isu-isu SARA yang digunakan sebagai alat saling menjatuhkan.
"Masyarakat tidak melihat sosok mereka tapi visi dan misi mereka. Belum ada sampai saat ini satu pun kandidat memberikan visi dan misi buat jualan. Jadi bukan saling menghasut dan provokasi untuk jatuhkan satu sama lain. Yang pasti isu SARA nggak mungkin hilang," imbuh Wahyu.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(spt/gah)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
582 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
565 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
530 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
493 share this. -
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
313 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 12:21 WIB
Indonesia Usulkan Model Penanganan Penumpang Pesawat di Sidang APEC
-
Rabu, 19/06/2013 12:10 WIB
Napak Tilas Jakarta (12)
Makam Sabeni Sempat Numpang di Ruang Tamu Sebelum Dipindah ke Karet
-
Rabu, 19/06/2013 12:05 WIB
Penerus Mega di PDIP
Rumor Seputar Alasan Prananda 'Soekarno Kecil' Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 11:43 WIB
Mahfudz Bantah Pernyataan Tifatul Soal Evaluasi Internal PKS
-
Rabu, 19/06/2013 11:42 WIB
Pasca Napi Tusuk Sipir, Petugas Geledah Lapas Salemba Blok B
-
Rabu, 19/06/2013 11:27 WIB
Astaga! Ibu Hamil di Lembata Dimakan Buaya
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Prananda Si 'Soekarno Kecil' Memilih Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 11:03 WIB
Sipir Salemba Ditusuk Napi Gara-gara Ludah
-
Rabu, 19/06/2013 11:39 WIB
Pesan Mahfudz untuk Tifatul Cs: Santai Aja Bro
-
Rabu, 19/06/2013 10:00 WIB
Keji! Ibu dan Anak Dijadikan Budak Selama 2 Tahun di Amerika
-
Rabu, 19/06/2013 10:57 WIB
Tifatul Tantang Evaluasi Internal, Fahri: APBN-P Sudah Jadi Bos!
-
Rabu, 19/06/2013 11:19 WIB
Jokowi Ditanya Nyapres: Yang Bisikin Saya Banyak
-
Rabu, 19/06/2013 11:02 WIB
Mengerikan! 9 Siswa di Nigeria Ditembak Mati Saat Ujian
-
427 Komentar
-
358 Komentar
-
291 Komentar
-
258 Komentar
-
229 Komentar
-
209 Komentar
-
197 Komentar
-
196 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 10:12 WIB
Ini Tips Kapolres Bandara Cegah Pencurian Barang di Bagasi
-
Rabu, 19/06/2013 09:47 WIB
KPK Panggil Mentan Suswono Sebagai Saksi untuk Maria Elisabeth
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

