Sabtu, 11/08/2012 15:58 WIB

Ribuan Orang Serbu Pasar Tanah Abang, Macet Menggila

Wiji Nur Hidayat - detikNews
Macet Pasar Tanag Abang (wiji/detikcom)
Jakarta - Liburan akhir pekan terakhir sebelum lebaran digunakan ribuan warga ibukota untuk berbelanja ke pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akibatnya, macet mengular panjang hingga perempatan Bank Indonesia. Butuh waktu lama menerobos lalu lintas guna memasuki kawasan pusat grosir terbesar di Asia ini.

"Dari pukul 10.00 WIB kawasan Jalan Tanah Abang sudah macet, mobil-mobil dan motor ini pada mau ke Pasar Tanah Abang," ungkap seorang tukang ojek Pasar Tanah Abang, Joko (31) saat di temui detikcom, Sabtu (11/08/12).

Pengamatan detikcom, untuk sampai ke kawasan Pasar Tanah Abang dari Bundaran Thamrin memerlukan waktu 45 menit dengan menggunakan sepeda motor. Padahal di waktu normal hanya butuh waktu 10 menit saja.

"Kemacetan ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang lalu lalang dan parkir motor di pinggir jalan. Juga karena bongkar muat barang tepat di depan pasar," bebernya.

Joko menambahkan tersendat dan macetnya lalu lintas di Kawasan Tanah Abang karena lalu lintas yang tidak teratur dan banyaknya kendaraan yang berhenti di pinggir pasar. "Kalau hari-hari biasa tidak seperti ini. Ini ya karena mau lebaran," ujar Joko.


(asp/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    70%
    Kontra
    30%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel