detikcom
Sabtu, 11/08/2012 09:20 WIB

Tim Penanganan Satwa Indonesia Dinilai Belum Siap

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Perlunya pelatihan bagaimana penanganan satwa laut yang terdampar di Indonesia, ternyata bukan pada terbatasnya sumber daya manusia. Permasalahan ini terletak pada siapa yang berhak untuk melakukan pengawasan dan membuat regulasi.

"Sebenarnya untuk mamalia laut atau jenis spesies laut masih dilindungi oleh Kemenhut. Jadi Kementerian Perikanan dan kelautan belum ada kekuasaan pengawasan," ujar Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Pramudya, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/8/2012).

Menurut Pramudya, ketentuan ini sesuai dengan UU No 5 Tahun 1990 tentang sumber daya dan ekosistem. Dimana manajemen pengaturan perlindungan satwa laut berada di bawah pengawasan Kemenhut.

"Karena kondisinya di Indonesia belum siap, saya sedang merekomendasikan ke pemerintah. Akan ada tim yang siap membantu proses pengembalian paus dan hiu ke laut," tutur Pramudya.

Pramudya berharap ke depannya Indonesia memiliki tim khusus untuk penanganan ikan paus dan hiu yang terdampar. Bentukan ini bisa menggunakan tim SAR yang tersebar di berbagai daerah.

"Daripada pemerintah harus membuat tim baru bisa juga dihubungkan dengan jaringan tim SAR," tutupnya.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ndu/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%