detikcom
Sabtu, 11/08/2012 08:59 WIB

24 Dosen Unsri Diminta Keluar dari Mess yang Bakal Dijadikan Kelas

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sebanyak 24 dosen dari Universitas Sriwijaya, Palembang, sedang resah. Mereka terancam tidak bisa lagi tinggal di dalam mess yang selama ini ditempati. Pihak kampus berencana menjadikan mess tersebut sebagai kelas perkuliahan.

"Kami diminta untuk segera kosongkan mess ini, alasannya untuk tempat perkuliahan, padahal mess ini sudah lama kami huni," ujar dosen Fakultas Hukum Unsri, Dedeng Zamawi, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/8/2012).

Ada 24 dosen yang saat ini tinggal di dalam mess. Tujuh di antaranya bergelar doktoral. Dan tidak ada juga dari dosen tersebut yang membawa keluarga mereka tinggal di dalam mess tersebut.

"Mess ini dihuni sejak tahun 1996," jelasnya.

Dedeng menjelaskan, bangunan mess ini terdiri dari dua lantai. Jumlah total seluruh kamar yang ada berjumlah 24 buah. Setiap kamar, rata-rata memiliki luas 4x6 meter. Dan tidak ada kamar mandi di dalam kamar.

"Menurut kami, mess ini tidak layak jadi tempat perkuliahan. Terlalu kecil, lagipula belum ada survei dan uji kelayakan juga," terang Dedeng yang didapuk sebagai ketua mess.

Seluruh penghuni mess ini diharuskan meninggalkan kamarnya paling lambat 24 Agustus mendatang. Surat pemberitahuan ini yang datang 2 Agustus lalu ini pun diteken langsung oleh pihak rektorat Unsri.

Masalahnya, Dedeng dan dosen lainnya tidak pernah tahu soal rencana kampus menjadikan mess ini sebagai lokasi perkuliahan. Pihak rektorat sendiri juga belum memberikan jawaban atas surat yang dikirimkan dosen.

"Kami sudah mengirim surat mengenai penolakan, tapi sampai sekarang belum ada jawabannya," tandasnya.

Surat dari pihak Rektorat itu berisi pemberitahuan rencana mengubah mess menjadi gedung akademik Fakultas Pertanian. Seluruh dosen yang ada di mess itu pun harus segera menyerahkan kunci kepada Rektorat paling lambat 24 Agustus mendatang.

Sementara itu, saat dihubungi secara terpisah, Rektor Unsri Badia Farizade mengaku permasalahan dengan pihak dosen sudah selesai.

"Sudah selesai masalahnya, maaf saya lagi ada kerjaan," tutup Badia.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(mok/nvc)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000