detikcom
Sabtu, 11/08/2012 05:31 WIB

Selain WNI, Warga Thailand & Malaysia Juga Ikut Diculik di Nigeria

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sejumlah pria bersenjata menyerang sebuah tongkang minyak lepas pantai di Nigeria. Selain warga Indonesia, pekerja dari Thailand, Iran dan Malaysia, yang berada di dalam kapal itu juga ikut-ikutan diculik pemberontak.

"Saya pastikan cuma satu WNI, tapi ada warga Thailand, Iran dan Malaysia juga," ujar Dubes RI di Nigeria, Sudirman Haseng kepada detikcom, Sabtu (11/8/2012).

Sudirman belum bisa memastikan tuntutan dari kelompok bersenjata itu. Namun kuat dugaan motif penyanderaan ini adalah ekonomi.

"Kuat dugaan ini masalah ekonomi," tegasnya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/8). Sekelompok orang bersenjata menyerang kapal milik Sea Truck Group, di mana di atasnya ada beberapa warga negara asing. Ada sejumlah warga negara asing yang diculik dan disandera, salah satunya WNI.

Sea Truck Group merupakan kelompok perusahaan internasional yang menawarkan jasa instalasi lepas pantai, akomodasi dan jasa lain kepada industri minyak dan gas. Serangan pada kapal milik perusahaan itu terjadi pagi dini hari, sekitar 30 mil (56 km) dari lepas pantai Nigeria.

Penculikan di Nigeria terhadap WNI bukan kali ini saja. Sebelumnya pegawai PT Kimia Farma, Masadi, diculik juga oleh kelompok bersenjata di Nigeria. Namun dia berhasil diselamatkan lewat operasi bersenjata polisi.

Biro Maritim Internasional mengatakan telah mencatat 17 serangan bajak laut di perairan Nigeria tahun 2012. Hal ini merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(mok/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%