Sabtu, 11/08/2012 04:56 WIB
Panwaslu DKI Umumkan Nasib Rhoma Irama Senin Depan
"Insya Allah hasil kajian terkait dugaan pelanggaran SARA Rhoma Irama, akan kami sampaikan ke publik dalam konferensi pers hari Senin 13 Agustus 2012," ujar ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah, dalam pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (11/8/2012).
Menurut Ramdansyah, pihaknya telah melakukan langkah-langkah konfrehensif untuk menuntaskan kasus dugaan pelanggaran SARA ini agar menjadi terang.
"Panwaslu sudah memanggil saksi saksi terkait kasus ini, yaitu jamaah Masjid yang mendengar pernyataan Rhoma Irama di Masjid Al Isra pada 4 Agustus. Kemudian pengurus Masjid Al Isra 3 orang, dipanggil 6 Agustus. Dan warga sekitar yang mendengar di luar Masjid pada 4 Agustus juga," tuturnya.
Kemudian, panwaslu DKI sebagaimana diketahui juga telah memanggil terlapor haji Rhoma Irama pada 6 Agustus. Lalu pihak yang dirugikan yaitu tim Jokowi Basuki yang diwakili timses Denny Iskandar dipanggil pada 3 Agustus.
"Dan pihak yang diduga mendapat keuntungan dari fakta ini yaitu timses Foke Nara yang diwakili oleh Zamaksyari pada 7 Agustus. Lalu harian cetak lokal yang menjadi penyelenggara safari ramadan saat itu sebanyak 3 orang dipanggil pada 8 Agustus," terang Ramdansyah.
Selain memanggil saksi, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan polisi dan jaksa yang tergabung dalam Gakumdu (penegak hukum terpadu), dan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta.
"Untuk bukti-bukti tambahan yang kami pelajari antara lain daftar tim kampanye Foke Nara yang diserahkan ke Panwaslu DKI sejak 25 Juni dan hasil audit kantor akuntan publik terhadap daftar rekening tim Foke Nara terkait belanja iklan untuk koran bersangkutan yang jadi penyelenggara," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, polemik dugaan pelanggaran SARA yang dilakukan oleh pedangdut Rhoma Irama, bermula dari ceramahnya di Masjid Al-Isra pada 29 juli 2012. Atas dugaan pelanggaran itu, Rhoma Irama dilaporkan kepada Panwaslu DKI, dan pada 6 Agustus Rhoma Irama diperiksa Panwaslu. Kini kasus itu rampung dikaji oleh Panwaslu DKI, dan menungu hasilnya pada senin depan.
(iqb/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 13:34 WIB
Ini Kisah 6 Mobil Luthfi Hasan yang Belum Terungkap
-
Senin, 20/05/2013 13:34 WIB
Gerindra: 'Serangan Udara' Prabowo Cukup Efektif
-
Senin, 20/05/2013 13:30 WIB
Menag Janjikan Beasiswa untuk Mantan Jemaah Ahmadiyah
-
Senin, 20/05/2013 13:29 WIB
Haryono Minta KPK Gerak Cepat Usut Dugaan Korupsi Ditjen Kebudayaan
-
Senin, 20/05/2013 13:27 WIB
Itjen: EO yang Gelar Acara di Ditjen Kebudayaan Bisa Dipidana Korupsi
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:49 WIB
Penjual Roti Salju di Tambora Ini Pasang Poster Ingin Bertemu Artis
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Tidak Ditemukan HP, Tapi Ditemukan Tumpukan SimCard di Sel Agusrin
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Direktur PT SAW Jadi Tersangka dalam Kasus Aiptu Labora
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:54 WIB
Kandidat Capres Mulai 'Serangan Udara' Sampai Blusukan Ala Jokowi
-
Senin, 20/05/2013 10:49 WIB
Bhatoegana: Cari Anggota DPR yang Titip Absen, Itu Kriminal!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

