Sabtu, 11/08/2012 01:04 WIB
Suami Istri Dikepung Nasabah Koperasi Karena Kasus Penipuan
Pasutri itu diketahui bernama Bambang Rahmanto dan Duinar Maharani Putri Sasmita. Sejumlah warga yang menjadi nasabahnya mengepung pasangan ini di Jl Kali Induk, No 46 B, RT 08/02, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Nasabah itu mengepung Bambang dan Duinar sejak pukul 15.00 WIB. Pengepungan baru usai setelah polisi datang pada pukul 19.00 WIB.
"Bukan disekap, tapi dikepung oleh orang nasabahnya," ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim, AKBP Dian Perry, kepada detikcom, Jumat (10/8/2012).
Dian menjelaskan, koperasi ini sudah berdiri selama 11 bulan dan memiliki lima cabang. Ada yang di Tanah Abang, Cawang, Tangerang, Bekasi dan Cibinong.
Total nasabah yang dimiliki diperkirakan mencapai 1.300 orang. Bahkan omzetnya bisa menembus angka Rp 600 juta.
Karena banyaknya lokasi koperasi, kasus ini pun ditangani oleh Polda. "Penanganan awal oleh Polsek Kramat Jati, karena situasi sempat memanas. Namun kasus sudah mulai dilimpahkan ke Polda karena lokasi bukan hanya di Kramat Jati. Itu hanya semacam kantor pusatnya," jelas Dian.
Motif penipuan ini pun sederhana. Koperasi tersebut menerima tabungan warga. Dan tabungan itu pun bisa diambil kapan saja.
"Dengan syarat dan ketentuan berlaku," lanjutnya.
Suami Istri itu terancam mendekam di penjara selama lima tahun. Polisi membidik mereka dengan pasal penipuan dan penggelapan.
"Kita sedang usahakan (kena pasal) money laundring," tandasnya.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(mok/mok)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 12:31 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Respons Meyakinkan Serda Ucok Cs Setelah 2 Jam Berdiri Dengarkan Dakwaan
-
Kamis, 20/06/2013 12:28 WIB
Jokowi Gelar Rapat Hitung-hitungan Kenaikan Tarif Angkutan Umum
-
Kamis, 20/06/2013 12:26 WIB
Menteri PKS Didesak Mundur, Mensos Salim Bergeming
-
Kamis, 20/06/2013 12:23 WIB
Temui Jaksa Agung, Kontras Minta 2 Terpidana Mati Tak Dieksekusi
-
Kamis, 20/06/2013 12:15 WIB
Ini Langkah Citilink Mencegah 'Tikus' Koper di Bandara
-
Kamis, 20/06/2013 10:55 WIB
Sindiran Kocak Jokowi untuk Metromini dan Kopaja Buluk
-
Kamis, 20/06/2013 11:52 WIB
Ahok Ganjar Juru Kunci Makam Tubagus Angke Hadiah Umroh
-
Kamis, 20/06/2013 11:00 WIB
Cerita Salah Jawab Serda Ucok 'Sang Eksekutor' Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 09:53 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 11:09 WIB
Kedatangan Komnas HAM Disoraki Massa Pendukung Kopassus
-
Kamis, 20/06/2013 11:36 WIB
Bersihkan Bak Penyulingan Air Laut di Ancol, Empat Pekerja Tewas
-
Kamis, 20/06/2013 10:28 WIB
Ini Nama 12 Prajurit Kopassus dan Peran dalam Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 11:14 WIB
Dana Abadi untuk Gunung Padang
-
435 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 10:55 WIB
Sindiran Kocak Jokowi untuk Metromini dan Kopaja Buluk
-
Kamis, 20/06/2013 10:02 WIB
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

