detikcom
Jumat, 10/08/2012 20:08 WIB

Kasus SIM, PPATK: Transaksi Mencurigakan Rp 10 M, Ada di 1 Rekening

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan data transaksi mencurigakan yang dilakukan seseorang terkait korupsi pengadaan driving simulation R2 dan R4 yang nilainya mencapai Rp 10 milliar. Ternyata nilai sebesar itu ada dalam 1 rekening.

"Lebih dari Rp 10 milliar pada satu rekening. Saya tidak bisa menyebutkan detil pokoknya pihak yang terlibat di situ," ujar Ketua PPATK M Yusuf di kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (10/8/2012).

Yusuf mengatakan laporan itu sudah diberikan ke KPK pada Mei 2012. Laporan itu berbeda dengan yang dilaporkan ke Polri.

"Sudah pada Mei 2011. Kalau yang ke Kapolri itu 2011. Kalau yang ke KPK ini hanya tentang simulator yang disebut-sebut oleh media," ujar Yusuf.

KPK sudah menetapkan 4 tersangka di kasus simulator SIM ini. Mereka yakni Irjen Pol Djoko Susilo, Brigjen Didik Purnomo, serta pengusaha Budi Susanto dan Sukotjo Bambang.



Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv

(fjr/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000