Jumat, 10/08/2012 19:02 WIB
Wamenkum HAM Tegaskan Akan Tindak Petugas Nakal Rekrutmen CPNS
"Saya masih ketemu satu, dua panitia coba-coba (terima duit suap, red). Itu kita tindak tegas," ujar Denny saat memberi pengarahan kepada panitia rekrutmen CPNS di Kantor Wilayah Kemenkum HAM, Jalan Putri Hijau, Medan, Jumat (10/8/2012).
Denny mengungkapkan, adanya satu temuan dugaan penerimaan suap dalam proses rekrutmen CPNS di Kanwil Kemenkum HAM Yogjakarta. Seorang petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) ketahuan menerima uang Rp 25 juta dari pendaftar CPNS. Kini, petugas lapas berinisial S itu sedang diperiksa oleh internal Kemenkum HAM untuk diproses secara hukum.
"Di Jogja, pelamar kita gugurkan, petugas kita proses. Tidak boleh ada suap," tegasnya.
Dalam pengarahan santai di hadapan belasan panitia rekrutmen CPNS Sumut, Denny memotivasi para petugas untuk bekerja optimal meski dengan kompensasi uang lelah yang minim. "Kita kalau bekerja mikir kompensasi untuk (rekrutmen) CPNS, itu biasanya kurang. Tapi Insya Allah apa yang dikerjakan tidak akan sia-sia," tuturnya.
Menurut Denny, rekrutmen CPNS harus diawasi ketat untuk menghindari praktik suap. Karena itu Kemenkum HAM menggandeng Ombudsman, Indonesia Corruption Watch (ICW) termasuk mahasiswa. "Di luar itu saya terus koordinasi dengan KPK," tandasnya.
Dia mengingatkan agar panitia menjaga proses rekrutmen CPNS. Denny meminta agar panitia yang memiliki informasi mengenai praktik suap untuk tak segan melapor ke dirinya secara langsung. Bekas staf khusus presiden bidang hukum ini pun tak segan memberikan nomer handphone dan pin BlackBerry kepada petugas Kakanwil Sumut untuk mempermudah informasi bila ada aduan.
"Silakan dilaporkan, saya juga terima laporan dari twitter dan facebook," kata Denny.
(fdn/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
554 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
462 share this. -
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
337 share this. -
Rekam 423 Video Cabul, Pria Singapura Diadili
279 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 12:23 WIB
KPK Tak Hadir, Rapat Timwas Century Ditunda
-
Rabu, 22/05/2013 12:20 WIB
Tifatul Bantah PKS Cari Dukungan Simpati Ormas Islam
-
Rabu, 22/05/2013 12:18 WIB
Ahmad Zaki Tak Ada di Rumah, Ibunda: Cari di DPP PKS Sana!
-
Rabu, 22/05/2013 12:11 WIB
Hari ke-219 Jokowi
Jokowi Tolak KJS Balik ke Jamkesda: Ruwet, Pasien Mati Duluan Nanti
-
Rabu, 22/05/2013 12:05 WIB
Sidang Bioremediasi Chevron
Kukuh Tak Terlibat Urus Lahan Terkontaminasi Minyak
-
Rabu, 22/05/2013 11:41 WIB
3 Siswa SMP yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan Sempat Mau Disuap Pelaku
-
Rabu, 22/05/2013 11:00 WIB
Cerita Satpam Soal Panggilan 'Papa' dari Darin ke Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 11:25 WIB
5 Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pemotongan Kelamin Abdul Muhyi
-
Rabu, 22/05/2013 10:40 WIB
Ketika Jokowi Asli Merasa Tersaingi Reza 'Jokowi'
-
Rabu, 22/05/2013 09:23 WIB
Heroik! 3 Siswa SMP di Bogor Selamatkan Gadis 14 Tahun dari Pemerkosaan
-
Rabu, 22/05/2013 09:29 WIB
4 Cerita 'Hubungan Rahasia' Darin Mumtazah dan Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
-
Rabu, 22/05/2013 11:14 WIB
Ini Alasan FPKS Kembalikan Fahri Hamzah dan Nasir Jamil ke Komisi III DPR
-
360 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Kasus Impor Daging, KPK Panggil 2 Sopir Luthfi
-
Rabu, 22/05/2013 10:15 WIB
Jokowi: Saya Nggak Mau, Tahu-tahu Filmnya Jadi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
