detikcom
Jumat, 10/08/2012 18:25 WIB

Aparat Mesir Tahan 6 Orang yang Diduga Teroris

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Kairo, - Militer Mesir menahan 6 orang yang dicurigai sebagai teroris. Keenam orang ini ditahan dalam operasi penggerebekan di wilayah Semenanjung Sinai menyusul tewasnya 16 tentara perbatasan Mesir dalam serangan bersenjata 5 Agustus lalu.

Salah seorang sumber keamanan Mesir menuturkan keenam orang yang ditangkap tersebut dikenal sebagai penganut Islam radikal yang dicurigai tergabung dalam sebuah kelompok jihad. Mereka tertangkap dalam operasi gabungan antara tentara Mesir dengan polisi pengawas perbatasan di Provinsi North Sinai.

Demikian seperti diberitakan oleh kantor berita MENA dan dilansir oleh AFP, Jumat (10/8/2012).

Semenjak serangan bersenjata yang mewaskan tentara perbatasan Mesir di Sinai pada Minggu (5/8) lalu, militer Mesir memperketat pengamanan. Semalam, serangan bersenjata kembali terjadi di pos keamanan El-Arish, Sinai. Namun untungnya tidak ada korban jiwa akibat serangan ini.

Sepanjang Jumat ini, jurnalis AFP melaporkan kondisi Sinai cenderung tenang. Namun tetap saja tampak sejumlah kendaraan baja dan tank militer Mesir disiagakan di El-Arish.

Serangan bersenjata yang terjadi Minggu kemarin mengejutkan pemerintah Mesir termasuk Presiden Mohamed Morsi. Bahkan, Presiden Morsi mendepak kepala intelijennya dan dua orang jenderal militernya pasca insiden tersebut.

Diketahui keberadaan militer di Sinai harus dibatasi semenjak adanya kesepakatan demiliterisasi antara Mesir dengan Israel di bawah Pakta Perdamaian Tahun 1979. Namun beberapa waktu kemudian, Israel nekat mengizinkan helikopter bersenjatanya untuk menyerang para militan Islam di wilayah tersebut.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nvc/vta)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%