detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 11:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 10/08/2012 14:56 WIB

3 Tentara AS Tewas Ditembak Pria Berseragam Militer Afghan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Kabul, - Seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam militer Afghanistan menembak mati 3 tentara Amerika Serikat (AS). Serangan ini terjadi ketika para tentara tersebut tengah menghadiri pertemuan di distrik Sangin, Provinsi Helmand.

"Yang kami tahu bahwa mereka semua tewas terbunuh oleh seorang pria Afghan berseragam," ujar seorang juru bicara NATO kepada Reuters, Jumat (10/8/2012).

Namun, menurutnya, terlalu dini jika disebutkan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh anggota militan Taliban yang menyamar. Ketiga tentara AS yang menjadi korban tersebut berasal dari unit khusus. Saat kejadian pada Kamis (9/8) malam waktu setempat, mereka tengah menghadiri pertemuan di distrik Sangin.

Penembakan semacam ini semakin sering menimpa tentara NATO di Afghanistan. Aksi penembakan yang disebut penembakan 'green-on-blue', di mana tentara Afghan menyerang tentara-tentara asing yang sebenarnya merupakan koalisi mereka, telah menimbulkan krisis kepercayaan antara tentara NATO dengan sekutunya.

Menurut NATO, terdapat sedikitnya 24 kasus serupa yang menimpa tentara asing di Afghanistan sejak Januari 2012 lalu. Insiden-insiden tersebut menewaskan 28 orang. Kejadian paling baru terjadi pada Kamis (9/8) pagi, di mana 3 tentara AS dan seorang pekerja kemanusiaan asal AS tewas dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Kunar. Kemudian, beberapa hari lalu seorang tentara Amerika Serikat tewas ketika dua pria berseragam militer Afghan menembaki sekutu-sekutu mereka.

Insiden-insiden semcam ini justru mendorong penarikan tentara NATO lebih cepat. Saat ini, sekitar 130 ribu tentara NATO yang berada di Afghanistan tengah bersiap untuk ditarik pulang ke negara masing-masing pada akhir tahun 2014 mendatang.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/vta)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%