Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/08/2012 14:56 WIB

3 Tentara AS Tewas Ditembak Pria Berseragam Militer Afghan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
3 Tentara AS Tewas Ditembak Pria Berseragam Militer Afghan Ilustrasi (AFP)
Kabul, - Seorang pria bersenjata yang mengenakan seragam militer Afghanistan menembak mati 3 tentara Amerika Serikat (AS). Serangan ini terjadi ketika para tentara tersebut tengah menghadiri pertemuan di distrik Sangin, Provinsi Helmand.

"Yang kami tahu bahwa mereka semua tewas terbunuh oleh seorang pria Afghan berseragam," ujar seorang juru bicara NATO kepada Reuters, Jumat (10/8/2012).

Namun, menurutnya, terlalu dini jika disebutkan bahwa penembakan tersebut dilakukan oleh anggota militan Taliban yang menyamar. Ketiga tentara AS yang menjadi korban tersebut berasal dari unit khusus. Saat kejadian pada Kamis (9/8) malam waktu setempat, mereka tengah menghadiri pertemuan di distrik Sangin.

Penembakan semacam ini semakin sering menimpa tentara NATO di Afghanistan. Aksi penembakan yang disebut penembakan 'green-on-blue', di mana tentara Afghan menyerang tentara-tentara asing yang sebenarnya merupakan koalisi mereka, telah menimbulkan krisis kepercayaan antara tentara NATO dengan sekutunya.

Menurut NATO, terdapat sedikitnya 24 kasus serupa yang menimpa tentara asing di Afghanistan sejak Januari 2012 lalu. Insiden-insiden tersebut menewaskan 28 orang. Kejadian paling baru terjadi pada Kamis (9/8) pagi, di mana 3 tentara AS dan seorang pekerja kemanusiaan asal AS tewas dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Kunar. Kemudian, beberapa hari lalu seorang tentara Amerika Serikat tewas ketika dua pria berseragam militer Afghan menembaki sekutu-sekutu mereka.

Insiden-insiden semcam ini justru mendorong penarikan tentara NATO lebih cepat. Saat ini, sekitar 130 ribu tentara NATO yang berada di Afghanistan tengah bersiap untuk ditarik pulang ke negara masing-masing pada akhir tahun 2014 mendatang.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/vta)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%