Jumat, 10/08/2012 14:05 WIB
Ini Dia Masjid Hasil Saweran 7 Ribu Hakim Seharga Rp 12 M
Di balik kemegahan bangunan, juga menyimpan cerita unik karena pendaanaan gedung ini hasil saweran dari 7 ribu hakim yang ada di seluruh Indonesia.
"Ya, memang masjid itu dibangun dari patungan 7 ribu hakim se-Indonesia," kata Kabiro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur kepada detikcom di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jum'at (9/8/2012).
Masjid yang terdiri dari 2 lantai ini didominasi warna krem dan putih. Lantai pertama dikhususkan untuk jamaah laki-laki dan lantai dua untuk jamaah perempuan.
Di setiap sisi tangga masjid terdapat besi berukir model Jepara bermotif bunga. Dinding yang sebagian besar dicat warna putih juga dibuat ukiran bermotif matahari. Kaligrafi warna emas menghiasi dinding.
Saat pertama kali memasuki Masjid MA, akan terlihat pintu masuk gerbang dengan tiang penyangga bermotif hitam putih yang melingkar dari atas ke bawah. Karpet masjid berwarna merah yang difungsikan sebagai sajadah siap menyambut siapapun yang ingin salat dan atau hanya sekadar beristirahat.
Sebuah lampu kristal berukuran besar menggantung di tengah kubah bagian dalam. Masjid yang menelan biaya lebih dari Rp 12 miliar ini bisa menampung 1.000 jamaah lebih.
Siang ini, sejumlah pegawai setelah salat Jumat tampak memilih beristirahat sejenak di dalam masjid. "Masjidnya nyaman, adem dan membikin salat menjadi lebih khusyuk," tutur seorang pengunjung, Amah (31).
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(asp/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Rieke: BBM Naik, Upah Buruh Juga Harus Naik 30 Persen
1,457 share this. -
Polisi Amankan 30 Pendemo Anarkis di Medan
773 share this. -
Pengacara Australia Belajar Islam di Indonesia
735 share this. -
Membangkang dari Koalisi, PKS Seharusnya Malu dan Tarik Tifatul Cs
728 share this. -
PKS Tolak Kenaikan BBM, PD: SBY Mestinya Copot Tifatul Cs
713 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 18/06/2013 12:35 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
Selasa, 18/06/2013 12:32 WIB
Menteri PKS Salurkan Balsem, Fahri: Kalau Kami Untung, Kami Dukung
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Ini 3 Program Kompensasi Kenaikan Harga BBM untuk Si Miskin
-
Selasa, 18/06/2013 12:25 WIB
Penerus Mega di PDIP
Prananda Prabowo: Biarlah Waktu yang Berbicara
-
Selasa, 18/06/2013 12:22 WIB
AP II: Kerusakan Koper di Bagasi Tanggung Jawab Airline
-
Selasa, 18/06/2013 11:35 WIB
Ini Wujud Restoran yang Berantakan karena Dirusak Mahasiswa Anti BBM Naik
-
Selasa, 18/06/2013 10:41 WIB
5 Aksi Jokowi-Ahok Taklukkan Rob Ancol
-
Selasa, 18/06/2013 12:23 WIB
Prananda Prabowo: Biarlah Waktu yang Berbicara
-
Selasa, 18/06/2013 12:05 WIB
Haji Darip dari Klender, Tokoh Betawi yang Bikin Belanda Keder
-
Selasa, 18/06/2013 11:47 WIB
Saran Penumpang Pesawat: Jangan Taruh Barang Berharga di Bagasi!
-
Selasa, 18/06/2013 11:54 WIB
Gubernur NTB Talak Istrinya ke Pengadilan Agama Jaksel
-
Selasa, 18/06/2013 12:31 WIB
Bila Terpaksa Masuk Bagasi Pesawat, Wrapping Tas Anda!
-
Selasa, 18/06/2013 12:02 WIB
Golkar: Beranikah SBY Copot Menteri PKS?
-
523 Komentar
-
422 Komentar
-
363 Komentar
-
280 Komentar
-
220 Komentar
-
213 Komentar
-
206 Komentar
-
194 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Selasa, 18/06/2013 10:25 WIB
Demokrat Dukung Rencana Jokowi Batasi Jam Kelab Malam
-
Selasa, 18/06/2013 09:44 WIB
Mafia Pencongkel Tas di Bagasi Bandara Soekarno-Hatta Harus Dibekuk
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)





_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

