detikcom
Jumat, 10/08/2012 13:59 WIB

Istana: Rapat SBY dengan Antasari Tak Bahas Bailout Century

Luhur Hertanto - detikNews
Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha
Jakarta - Benar pada 2008 ada pertemuan antara Presiden SBY dengan para pimpinan lembaga penegak hukum termasuk KPK yang saat itu dipimpin Antasari Azhar. Sesuai dengan kapasitas pesertanya, agenda rapat adalah antisipasi penyelewengan dalam upaya mencegah dampak krisis ekonomi.

Demikian jelas Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, menjawab pertanyaan tentang isu rapat yang dihembuskan Antasari Azhar. Dia ditemui pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2012).

"Dalam posisinya sebagai Kepala Negara, presiden pimpinan KPK, Polri dan Kejaksaan Agung rapat bagaimana agar jangan ada tindak pidana atau penyelewengan dalam penanganan krisis saat itu," jelas Julian.

"Tidak berarti bahwa itu rapat untuk penanganan bailout Bank Century, karena soal ada otoritas khusus menangani," sambungnya.

Bila belakangan Antasari katakan rapat tersebut membahas bailout Bank Century, tentu tidak benar. Sebab sebagai Ketua KPK tentu saja Antasari Azhar tidak punya kapasitas untuk ikut menentukan perlu tidaknya dilakukan bailout atau upaya lain bidang ekonomi.

"Kapasitas dari Pak Antasari sebagai Ketua KPK sudah jelas dalam hal ini penanganan bila ada penyelewengan atau tindak pidana terhadap upaya dari pemerintah menangani krisis 2008 lalu. Bila ada penyelewengan keuangan harus ditindaklanjuti, bilamana itu wewenang KPK tentu KPK yang tindak lanjuti," papar Julian.

Lebih lanjut dia menegaskan, tidak ada rapat-rapat di Kantor Presiden yang tidak dipantau media massa. Selalu ada pemberitahuan kepada pers soal agendanya bahkan para peserta selalu dapat pers mintai keterangannya seusai rapat.

"Rapat di Kantor Presiden selalu diketahui pers. jadi kita juga tahu apa substansi yang dibahas saat itu. Tidak ada hal-hal yang ditutupi menyangkut kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan negara dari krisis ekonomi global saat itu," tegas Julian.

Dalam pemberitaan Metrotvnews, Antasari mengaku diundang Presiden SBY ke istana saat masih memegang tampuk kepemimpinan KPK pada Oktober 2008 untuk menghadiri rapat skenario pencairan dana Rp 6,7 triliun untuk Bank Century. Antasari mengatakan turut hadir dalam rapat itu Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Gubernur BI Boediono, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana.

Namun ucapan Antasari itu segera dibantah Wakil Menkum dan HAM Denny Indrayana.

"Ini bulan Puasa. Bulan Ramadan. Di bulan lain saja tidak boleh kita berbohong, apalagi di bulan suci ini. Saya sarankan janganlah kita menyebar sensasi apalagi fitnah. Pernyataan Antasari itu sama sekali tidak benar," tutur Denny kepada detikcom, Jumat (10/8)


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(lh/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000