BBC Indonesia
Jumat, 10/08/2012 13:56 WIB

Inggris berikan Pound 5 juta untuk pemberontak Suriah

BBCIndonesia.com - detikNews
Inggris akan meningkatkan dukungan dana untuk tentara pemberontak di Suriah.

Menteri Luar Negeri William Hague akan memberikan tambahan Pound 5 juta (Rp73 miliar) untuk membiayai peralatan komunikasi dan persediaan obat-obatan, terutama untuk kelompok pemberontak terbesar Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Namun, bantuan itu tidak akan meliputi persenjataan.

Upaya untuk menumbangkan Presiden Bashar al-Assad telah membawa Suriah ke dalam kerusuhan yang telah berlangsung selama 17 bulan, dan menewaskan lebih dari 20.000 menurut para aktivis kemanusiaan.

Namun laporan jumlah korban seringkali tidak bisa diverifikasi secara independen.

Inggris juga mengatakan pada pasukan oposisi bahwa mereka harus menghormati standar hak asasi manusia.

Dukungan praktis ekstra untuk FSA akan meliputi perlengkapan radio dan satelit, serta generator listrik portabel.

Kementerian Luar Negeri mengatakan mereka akan membantu melindungi para aktivis dari tekanan dan membantu mengatasi teknik serbu dan blokir pemerintah Suriah.

Dalam tulisannya di Times Hagus mengatakan bahwa kebijakan Inggris untuk tidak mengirim senjata tetap berlaku.

Namun ia mengatakan risiko untuk tidak bekerjasama dengan rakyat Suriah yang menginginkan Suriah yang demokratis dan terbuka adalah bahwa konflik ini akan dibajak oleh al-Qaeda dan ekstrimis-ekstrimis lainnya.

Menteri luar negeri mengakui bahwa risiko kekacauan total dan kekosongan kekuasaan di Suriah sekarang sangat besar sehingga kontak-kontak Inggris dengan apa yang ia sebut sebagai "elemen politik" di oposisi Suriah harus ditingkatkan.

Koresponden diplomatik BBC James Robbins mengatakan ini adalah perubahan kebijakan signifikan, setelah frustrasi panjang Inggris akan perpecahan dalam oposisi Suriah, dan keluhan bahwa oposisi gagal merancang program pemerintahan yang baik dan jelas.

(bbc/bbc)



ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%