Detik.com News
Detik.com
Jumat, 10/08/2012 11:58 WIB

Contoh Mereka, Tokoh Indonesia yang Dikenal Berintegritas

Indra Subagja - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 4 dari 6 Next »
Contoh Mereka, Tokoh Indonesia yang Dikenal Berintegritas - 4 foto: wikipedia
3. Agus Salim

The Grand Old Man, begitu julukan bagi diplomat Indonesia Agus Salim. Mantan menteri luar negeri di era kemerdekaan ini dikenal sebagai sosok jenius, dia menguasai hingga 9 bahasa. Tapi di balik itu, kisah hidupnya penuh dengan kesederhanaan.

Agus Salim, walau merupakan sosok pejabat, hidup dalam kejujuran. Dia dan keluarganya kerap pindah-pindah rumah karena habis sewanya. Bahkan pernah, mereka tinggal di rumah yang WC-nya rusak, istrinya pun sampai muntah-muntah tak tahan. Kondisi demikian tetap membuat Agus Salim bertahan, dia bahkan tidak meminta tambahan fasilitas dan gaji kepada negara.

Keluarga Agus Salim juga hidup sederhana. Anak-anaknya memakai pakaian yang seadanya. Agus Salim tetap hidup dalam kesederhanaan hingga akhir hidupnya. Sebuah kalimat dari diplomat Belanda Prof. Schermerhon mungkin menggambarkan sosok Agus Salim.

"Orang tua yang sangat pandai ini adalah seorang yang jenius. Ia mampu bicara dan menulis secara sempurna sedikitnya dalam 9 bahasa. Kelemahannya hanya satu: ia hidup melarat".

Next page :
4. M Natsir


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%