detikcom
Jumat, 10/08/2012 10:58 WIB

Mayat Janin Ditemukan Lagi di Jagakarsa, Polisi akan Cek Sejumlah Klinik

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Seorang pemulung menemukan mayat janin di pinggir kali Jl Melati RT 010 RW 02, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penemuan mayat janin di Jagakarsa ini merupakan yang ketiga kalinya dalam 2 bulan terakhir. Polisi akan mengecek sejumlah klinik di wilayahnya.

"Sudah ketiga kalinya ini. Di sini sih nggak ada (klinik aborsi), cuma akan kita cek juga. Anggota kita nanti ke klinik-klinik," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Arsalam, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/8/2012).

Selain itu, polisi mengimbau lewat Babinkamtibmas agar kontrakan-kontrakan dan kos-kosan di sekitar Jagakarsa didata dengan benar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi adanya kegiatan aborsi di wilayah Jagakarsa.

"Harus pendataan dengan betul. Harus kenal kondisi orang-orang yang ngontrak. Apakah kemarin ada yang hamil dan anaknya di mana. Termasuk pendataan klinik-klinik bersalin. Kita antisipasi semuanya," jelasnya.

Menurut Arsalam, mayat janin yang ditemukan Kamis (9/8) pukul 12.00 WIB sudah dalam kondisi rusak. Mayat janin tersebut ditemukan Arwanto tanpa dibalut kain atau plastik apa pun. Penemuan ini langsung dilaporkan ke polisi.

"Pas dilihat kondisinya sudah rusak. Nggak diketahui janinnya perempuan atau laki-laki. Kayaknya sudah dari 5 hari lalu (dibuang)," ujarnya.

Sebelumnya mayat janin ditemukan di depan warung kelontong, Jl Swadaya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (31/7). Anak pemilik warung yang pertama kali menemukan mayat janin yang terbungkus plastik tersebut. Janin ini diperkirakan berusia 6 bulan dan berjenis kelamin laki-laki.

Selang beberapa hari, mayat janin juga ditemukan di wilayah Jagakarsa. Mayat janin ini diperkirakan berusia 7 bulan dan ditemukan dalam kondisi rusak.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(gus/nvt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
52%
Kontra
48%