Detik.com News
Detik.com

Kamis, 09/08/2012 21:10 WIB

Sidang Kasus PON di Pekanbaru Diwarnai Keributan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Sidang Kasus PON di Pekanbaru Diwarnai Keributan Foto: detikcom
Pekanbaru, - Kali ini jalannya sidang Tipikor kasus suap PON di Riau diwarnai keributan. Ini karena ulah OKP membuat keributan di luar persidangan. Nyaris terjadi adu jotos KPK dengan anggota OKP.

Persidangan ini berlangsung Kamis (9/8/2012) dengan menghadirkan dua terdakwa yakni Eka Dharma Putra dari staf Dispora Riau dan Rahmat dari staf PT Pembangunan Perumahan.

Satu orang anggota OKP ini membuat keributan di ruangan yang diperuntukan bagi terdakwa. OKP ini awalnya membaca koran di ruangan itu. Ruangan peristirahatan terdakwa ini sebenarnya juga bagian dari ruangan sidang lainnya yang ada di PN Pekanbaru.

Tapi belakangan, seorang anggota OKP itu justru bertingkah semakin menjengkelkan. Dengan sengaja palu hakim yang ada di ruangan itu dia pukul-pukulkan. Tentunya sikap itu membuat anggota KPK yang mengawasi jalannya persidangan mencoba memberikan teguran.

Anggota KPK itu menegur bahwa selain terdakwa dan keluarganya diminta keluar. Tapi rupanya perintah dari petugas KPK ini justru dilawan. Apo diang dengan kalimat bahasa Minang yang artinya, apa kau.

Tentunya sikap tidak bersahabat itu membuat KPK marah. Petugas KPK memerintahkan agar anggota OKP ini keluar dari ruangan tersebut. Disuruh keluar, masih tetap membantah. Lantas KPK menariknya untuk dibawa ke ruangan lainnya.

Saat KPK membawa seorang anggota OKP ini, rupanya tiga orang anggota OKP lainnya mencoba untuk menahannya. Petugas KPK tidak mundur. KPK membentak agar yang tidak punya urusan silahkan keluar dari pengadilan. Keributan pun terjadi. Nyaris antara petugas KPK dengan OKP adu jotos.

Tak lama anggota Brimob mencoba membantu petugas KPK. Brimob akhirnya membubarkan para anggota OKP yang buat onar itu. Sejak pagi kita sudah intai mereka. Mereka ini datang sepeda motor dan sengaja suara kendaraan dikeraskan. Begitu masuk di pengadilan, mereka ini juga menendang-nendang kursi. Setelah itu buat rebut di rungan lainnya, kata salah seorang petugas KPK kepada wartawan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%