Rabu, 08/08/2012 15:15 WIB
2 Juta Warga China Mengungsi Akibat Badai Haikui
Warga mengungsi (AFP)
Lebih dari 1,5 juta warga yang tinggal di Provinsi Zheijang dan sekitar 252 ribu warga Shanghai harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Badai Haikui yang menerjang wilayah tersebut pada Rabu (8/8) pagi memicu banjir dan membuat ratusan warga terjebak.
Demikian seperti diberitakan oleh kantor berita Xinhua dan dilansir oleh Reuters, Rabu (8/8/2012).
Sementara itu, lebih dari 500 jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan ke Shanghai melalui dua bandara: Hongqiao dan Pudong, terpaksa dibatalkan akibat topan ini. Tiga perusahaan kargo ternama di China, yakni Air China, China Eastern Airlines dan China Southern Airlines, juga membatalkan seluruh jadwal penerbangannya dari dan ke kota Hangzhou dan Ningbo yang ada di selatan Shanghai.
Sedangkan untuk jalur laut, tidak ada kapal yang diperbolehkan berlayar di pelabuhan Shanghai yang notabene merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Sejumlah pelabuhan di wilayah Zheijang lainnya juga terpaksa ditutup.
Badai Haikui ini benar-benar merugikan warga. Sebabnya, jaringan kereta juga terpaksa dihentikan dan menunggu hingga cuaca membaik. Diperkirakan, pusat badai Haikui akan bergeser perlahan ke wilayah barat laut China. Namun demikian, angin kencang diperkirakan masih akan membayangi Shanghai dan sekitarnya.
Diketahui bahwa di Filipina, badai Haikui ini telah memaksa sekitar 270 ribu warga mengungsi dari rumah masing-masing. Akibat badai ini, aktivitas warga mulai dari perkantoran, sekolah dan pusat-pusat bisnis, terhenti.
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
821 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
657 share this. -
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
637 share this. -
Gita Wirjawan Upayakan Harga Daging Tetap Stabil saat Ramadhan
586 share this. -
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
536 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 07:39 WIB
Politisi Perempuan Pakistan Ditembak Mati
-
Minggu, 19/05/2013 06:42 WIB
Pesawat Mendarat Tanpa Roda di New Jersey
-
Sabtu, 18/05/2013 17:40 WIB
Lakukan Penodaan Alquran di Pakistan, Pria Asal China Diamankan Polisi
-
Sabtu, 18/05/2013 17:15 WIB
Korut Kembali Luncurkan 3 Rudal Jarak Pendek
-
Sabtu, 18/05/2013 15:44 WIB
Penyidik Federal AS Masih Selidiki Penyebab Tabrakan Komuter New York
-
Minggu, 19/05/2013 12:24 WIB
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
-
Minggu, 19/05/2013 13:04 WIB
Ogah Rugi, 16 RS Swasta di DKI Mundur dari Pelayanan KJS
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 12:54 WIB
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
-
Minggu, 19/05/2013 11:49 WIB
Polisi Depok Tangkap 66 Orang Geng Motor, Termasuk 5 Siswi
-
Minggu, 19/05/2013 11:58 WIB
WNA Nepal Mabuk Tabrak Sikun Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 10:55 WIB
Polisi Tertibkan Aksi Geng Motor di Jakarta, 13 Motor Kena Tilang
-
Minggu, 19/05/2013 12:37 WIB
500 Benda Seni Dicuri Tak Ketahuan Rimbanya Pasca Sang Kolektor Mangkat
-
446 Komentar
-
230 Komentar
-
229 Komentar
-
226 Komentar
-
214 Komentar
-
210 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 08:20 WIB
Ini Aturan yang Melarang Anggota Polri Berbisnis
-
Minggu, 19/05/2013 06:27 WIB
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
