Rabu, 08/08/2012 14:45 WIB

ASEAN Akan Beri Bantuan Kemanusiaan Untuk Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: BBC
Jakarta, - Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tengah mempertimbangkan bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Rohingya yang teraniaya di Myanmar.

Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan, blok tersebut harus menjadi bagian dari solusi untuk masalah-masalah yang memuncak pada Juni lalu dengan terjadinya pertumpahan darah yang telah menyebabkan sekitar 60 ribu orang, sebagian besar muslim Rohingya, kehilangan tempat tinggal.

"Saya telah membuat proposal (kepada negara-negara anggota kita) bahwa ASEAN harus kembali menawarkan bantuan kemanusiaan, seperti yang kita lakukan menyusul Badai Nargis empat setengah tahun lalu," kata Surin kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/8/2012).

"ASEAN jangan sampai dianggap hanya berdiam diri tanpa mengambil tindakan apapun atas masalah kemanusiaan dengan skala sebesar ini," tegas Surin.

Badai Nargis yang melanda Myanmar pada Mei 2008 tersebut menyebabkan sekitar 138 ribu orang tewas atau hilang.

Surin tidak menjelaskan lebih jauh mengenai bantuan kemanusiaan tersebut. Dikatakan Surin, soal bantuan untuk Rohingya ini telah mendapat dukungan dari sejumlah anggota ASEAN dan bahwa Indonesia dan Malaysia juga telah menyampaikan untuk membantu langsung warga Rohingya.

Pekan lalu pemerintah Bangladesh melarang tiga organisasi amal internasional untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi Rohingya yang kabur ke Bangladesh. Alasannya, pemberian bantuan tersebut hanya akan meningkatkan masuknya para pengungsi Rohingya ke negara tersebut.

Kaum muslim Rohingya selama beberapa dekade telah mengalami diskriminasi pemerintah Myanmar yang menolak mengakui kewarganegaraan mereka. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut mereka sebagai salah satu minoritas paling teraniaya di dunia.

(ita/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel