Rabu, 08/08/2012 14:44 WIB

Kepala Pusat Konservasi Gajah Riau Meninggal Terinjak Gajah Jinak

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Pekanbaru - Kepala Pusat Konservasi Gajah (PKG) Riau meninggal setelah dua pekan menderita cukup parah karena dinjak gajah yang diasuhnya. Korban sempat mengalami patah tulang kakinya.

Kepala Bidang Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Syahimin mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (8/8/2012) di Pekanbaru. Korban adalah Kepala PKG, M Taat (52), kepala pusat koservasi gajah di kawasan Minas.

Syahimin menyebut, dua pekan yang lalu, Taat mengecek kesehatan salah satu gajah jinak yang ada di sana. Gajah jinak itu bernama Reno. Pengecekan kesehatan saat itu dia lakukan sendiri tanpa ada kawannya.

"Alamarhum itu akan mengecek kotoran gajah. Entah bagaimana mungkin almarhum terinjak gajah. Karena saat itu tidak ada orang, dia menelepon rekannya untuk minta bantuan," kata Syahimin.

Kondisi korban setelah terinjak gajah, tetap saja berada di sekitar gajah itu sendiri. Ini menunjukan bahwa gajah yang selama ini diasuhnya, tanpa sengaja menginjak kaki kirinya hingga patah.

"Kita yakin, gajah itu tidak bermaksud menyerang. Sebab, kalau menyerang, pastilah korban sudah diinjak-injak sampai tewas saat itu juga. Tapi waktu korban masih dibantu kawannya dan dibawa ke rumah sakit," kata Syahimin.

Masih menurut Syahimin, Taat sempat menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Hasil rontagen, tulang kaki kirinya patah akibat diinjak gajah. Tapi korban saat itu, tidak ingin berlama-lama dirawat di rumah sakit. Korban memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif.

"Setelah dua mingggu dirawat, akhirnya Jumat kemarin senior kami itu meninggal dunia. Dia adalah seorang kepala pusat konservasi gajah yang cukup berpengalaman. Kami sangat kehilangan dirinya," kata Syahimin.

Korban dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Siak. Taat selama ini berdomisili di Kabupaten Kampar.

"Tapi pemakaman beliau dilaksanakan di kampung halamannya di kabupaten Siak," kata Syahimin.

Pusat Konservasi Gajah di Minas, katanya Syahimin, 'mengasuh' 20 ekor gajah. Gajah inilah yang saban hari nenjadi bagian keluarga BBKSDA Riau.


(cha/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel