detikcom
Rabu, 08/08/2012 14:27 WIB

4 Pistol & 403 Peluru Disita di Depok

Hendrik I Raseukiy - detikNews
Foto: hendrik raseukiy/detikcom
Depok - Dalam operasi bahan peledak, polisi menyita ribuan petasan. Selain itu, mereka juga menyita 4 pistol dan 403 butir peluru tajam dalam berbagai ukuran di Depok, Jabar.

Hasil itu didapat dari operasi pada periode 17 Juli - 5 Agustus 2012. "Pistol revolver rakitan itu milik perampok yang ditangkap Polsek Beji beberapa waktu lalu," jelas Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Mapolresta Depok, Rabu (8/8/2012).

Sedangkan dua pistol airsoft gun diketahui milik warga Cimanggis yang surat izinnya sudah habis yaitu, HS dan Y. Sementara peluru kaliber 65, 66 dan 1 buah magasin AK-47 dan lain-lain itu didapatkan dari istri purnawirawan TNI.

"Untuk kasus kepemilikan airsoft gun dan peluru tidak diproses hukum karena diserahkan secara sukarela," sebut Mulyadi.

Soal petasan, Mulyadi menambahkan pihaknya menangkap ayah dan anak, D (65) dan S (30), di Desa Citayam, Tajurhalang, Bogor. Dari tangan tersangka, polisi menyita 3.500 buah petasan ukuran besar yang sedang diracik, 1 kg belerang, dan 30 potasium serta bahan lainnya.

"Mercon dan bahan kimia ini bila jatuh ke tangan pihak yang ingin mengacaukan keamanan sangat berbahaya," ujar Mulyadi.

Kedua tersangkat dijerat pasal 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(try/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close