detikcom
Rabu, 08/08/2012 13:32 WIB

Kiprah Hartati Murdaya di Dunia Politik

Fajar Pratama,Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Hartati Murdaya bukan nama asing di ranah politik. Pengusaha ini sejak dahulu memang telah aktif di dunia politik. Hartati sejak lama telah mencicipi kursi Senayan: pernah menjadi anggota fraksi utusan golongan di MPR.

Kini wanita kelahiran 29 Agustus 1946 itu tengah disorot publik. Dia ditetapkan KPK atas dugaan suap atas Bupati Buol Amran Batalipu. Akankah karier Hartati di politik berakhir?

Hartati tercatat menjadi anggota dewan pembina Partai Demokrat (PD). Mundur ke belakang, kedekatan Hartati dengan partai biru ini dimulai sejak 2004. Hartati dikenal sebagai penyokong Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hartati pernah bergerilya mengumpulkan tanda tangan untuk mengusung SBY menjadi wakil Megawati yang diangkat sebagai presiden, setelah Abdurrahman Wahid dimakzulkan. Sebenarnya, bukan hanya Hartati yang aktif di dunia politik. Suaminya Murdaya Poo merupakan politisi PDIP, sebelum akhirnya dipecat dari PDIP pada 2009.

Kemudian, pada pilpres 2009 Hartati juga dikenal sebagai salah satu tim sukses yang giat berkampanye. Hartati selalu ikut dan hadir dalam kampanye SBY ke daerah.

Hingga akhirnya pada 2010, Hartati yang juga mengelola Jakarta International Expo (JIE), tempat pelaksanaan Pekan Raya Jakarta, resmi bergabung di kursi anggota dewan pembina PD. Hartati cukup aktif di PD. JIE pun kerap dijadikan lokasi rapat akbar PD.

Namun kemudian, pada akhir Juni 2012, anak buah Hartati di PT Hardaya Inti Plantation tertangkap KPK melakukan dugaan suap kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Anak buah Hartati, Anshori ditangkap di Buol, Sulawesi Tengah, Selasa (26/6/2012). Sedangkan Gondho diringkus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (27/6/2012).

Keduanya diduga menyuap Amran di Buol. Dugaan sementara, pemberian suap terkait dengan kepengurusan penerbitan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Buol. Sang bupati tidak lama kemudian juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sedang pada Hartati, awalnya KPK baru melakukan pencegahan. Hartati pun sempat diperiksa 2 kali. Hingga akhirnya, pada pagi ini Ketua KPK Abraham Samad menetapkan Hartati menjadi tersangka. Diduga kuat Hartati yang memerintahkan suap Rp 3 miliar ke Bupati Buol.

"SHM menjadi tersangka," terang Samad dalam jumpa pers di KPK, Rabu (8/8/2012).

Pengacara Hartati, Tumbur Simanjuntak keberatan atas penetapan tersangka yang dilakukan KPK atas Ketum Walubi itu. Tumbur beralasan, Hartati tidak melakukan suap, tetapi diperas.

Sementara itu, Achmad Mubarok, kolega Hartati di PD meminta agar kasus itu tidak dikaitkan dengan partainya. Kasus Hartati merupakan persoalan individu selaku pengusaha.

"Itu kan dia sebagai pengusaha, bukan sebagai kader Demokrat. Dia itu kan anggota dewan pembina, tapi tidak pernah bersentuhan secara langsung dengan PD, suaminya saja orang PDIP," terang Mubarok memberi klarifikasi.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(ndr/asy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000